Momen haru dan penuh keberkahan terjadi di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung. WBP yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mendapat apresiasi langsung dari pimpinan Lapas.

AGAM, Berita Merdeka Online.Com – Momen haru dan penuh keberkahan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mendapat apresiasi langsung dari pimpinan Lapas.

Kegiatan penyerahan piagam penghargaan dan hadiah tersebut dilaksanakan pada Hari Jumat, (30/10/ 2026), Pukul 12.00 WIB, bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja) Lapas Kelas IIB Lubuk Basung yang didampingi oleh pejabat struktural dan petugas pembinaan.

Adapun Warga Binaan yang menerima penghargaan adalah mereka yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Surat Al-Baqarah, Surat Al-Infitar, dan Surat Yasin. Capaian ini merupakan prestasi yang luar biasa mengingat ketiga surat tersebut memiliki tingkat kesulitan dan keutamaan yang tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap program pembinaan kerohanian di Lapas Lubuk Basung. Pembinaan kerohanian menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Kasi Binadikgiatja menyampaikan bahwa pemberian piagam dan hadiah ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai motivasi agar seluruh Warga Binaan terus meningkatkan kemampuan spiritual dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Menghafal Al-Qur’an adalah amalan yang mulia. Ini bukti bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi tempat untuk berhijrah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Kasi Binadikgiatja.

Suasana acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa syukur. Para Warga Binaan lainnya yang hadir di Masjid At-Taubah tampak termotivasi dan bertekad untuk mengikuti jejak rekan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

Program tahfidz Al-Qur’an di Lapas Lubuk Basung memang terus digalakkan. Setiap hari, Warga Binaan mendapatkan bimbingan pembelajaran Al-Qur’an, doa bersama, kajian rutin, serta pendampingan rohani dari petugas dan ustadz yang bekerjasama dengan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan keagamaan. Menurutnya, pembinaan agama adalah kunci utama dalam perubahan perilaku Warga Binaan.

Ke depan, program pembinaan hafalan akan terus dikembangkan dan dievaluasi secara rutin agar semakin banyak Warga Binaan yang mampu menghafal Al-Qur’an dan menjadi pribadi yang bertaqwa.

Dengan pembinaan agama yang kuat, diharapkan setelah selesai menjalani masa pidana, Warga Binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang lebih baik, beriman, dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.