Asahan, Sumatera Utara | Beritamerdekaonline.com – Proyek yang diduga “siluman” ditemukan di Jalan Haji Agus Salim, Pasar Lama, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Proyek tersebut diketahui tidak memiliki papan informasi yang seharusnya dipasang sesuai aturan.
Sabtu (4/1/2025), sejumlah wartawan mencoba mengonfirmasi kepada pihak terkait. Heri, kepala tukang proyek tersebut, bungkam tanpa memberikan penjelasan. Sementara itu, Doli, konsultan proyek, menyatakan melalui pesan WhatsApp, “Untuk pertanyaan bapak, itu bukan wewenang saya menjawab. Saya sudah naikkan ke atasan perusahaan. Konfirmasi selanjutnya akan saya kabarkan paling lambat Minggu malam.” Ketika ditanya soal kontak penanggung jawab proyek, Doli mengaku tidak memilikinya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (DPP LSM GEMMAKO Asahan Sumut RI), Dodi Antoni, angkat bicara terkait hal ini. Menurutnya, proyek tersebut adalah bagian dari pekerjaan Provinsi Sumatera Utara untuk tahun anggaran 2024, namun baru dikerjakan pada 2025.

Proyek di Jalan Haji Agus Salim, Pasar Lama, Kelurahan Selawan, Asahan, Sumatera Utara, yang diduga tanpa papan informasi. (Dok. Biro Berita Merdeka Online Kab. Asahan)
“Ini gawat! Apa kerja Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dugaan proyek siluman ini? Pengerjaan proyek seperti palang pintu perlintasan kereta api seharusnya diawasi ketat. Tidak adanya papan informasi proyek merupakan indikasi kuat adanya upaya untuk menutupi transparansi anggaran,” tegas Dodi.
Dodi juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Inspektorat Sumatera Utara segera turun tangan. “Proyek ini harus segera dikroscek. Dugaan indikasi korupsi pada proyek ini sangat kuat,” tambahnya.
Kasus ini mengundang perhatian masyarakat, terutama karena keberadaan proyek tanpa papan informasi dianggap mencurigakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan terkait proyek tersebut. (CW01-Asahan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



1 Komentar
Nanti ad kecelakaan ditabrak ka yg disalahkan pemerintah.
Ap gk ad lg kerjaan lsm ini selain berkomentar.
Ap gk ad lg berita yg bs dimuat.
Jgn terlalu banyak bacot pemberitaan nya.
Nanti ud dpt sesuatu jd senyap.
Jgn lh sperti itu.