PANGKALPINANG, Berita Merdeka Online — Aktivitas penambangan pasir timah ilegal diduga kembali terjadi di kawasan Kolong Wisata Bacang, Kota Pangkalpinang. Kegiatan tersebut menuai sorotan publik karena berlangsung di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona zero tambang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 7 Tahun 2019.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, Ponton Isap Produksi (PIP) beroperasi secara terbuka pada siang hingga sore hari di area wisata tersebut. Padahal, kawasan Kolong Wisata Bacang selama ini dikenal sebagai ruang publik dan destinasi wisata yang seharusnya dilindungi dari aktivitas pertambangan.
Salah satu sumber di lokasi menyebutkan, pihak pengelola Kolong Wisata Bacang telah memberikan peringatan kepada penambang agar menghentikan aktivitas tersebut. Namun, peringatan itu tidak diindahkan.

“Pengelola sudah mengingatkan, tetapi aktivitas tambang tetap berjalan,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan penelusuran tim media, aktivitas tambang ilegal ini diduga dikoordinir oleh oknum berseragam cokelat berinisial AR. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Informasinya dikoordinir oknum berbaju cokelat berinisial AR. Laporan ke pihak terkait sudah dilakukan, namun belum ada tindakan. Kami berharap media dapat mempublikasikan agar menjadi perhatian,” ungkap sumber tersebut.
Keluhan juga datang dari pengunjung kawasan wisata. Mereka menyayangkan adanya aktivitas tambang di lokasi yang seharusnya dijaga kelestariannya.
“Ini kawasan wisata, bukan area tambang. Seharusnya dijaga, bukan dirusak. Kami minta aparat penegak hukum tidak tutup mata,” kata salah seorang pengunjung.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi BeritaMerdekaOnline.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan aktivitas tambang ilegal di Kolong Wisata Bacang. Redaksi akan memuat tanggapan resmi dari pihak berwenang pada pemberitaan lanjutan. (S4F)




Tinggalkan Balasan