Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Usai pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Bakti PU ke-80 pada Rabu (3/12/2025) di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso memaparkan serangkaian capaian dan target pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pihaknya.

‎Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso Optimistis Capai Target Jalan Mulus 100 persen pada 2028, Dorong Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan


‎Tejo menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode dengan alokasi anggaran yang cukup besar bagi sektor pekerjaan umum di Bengkulu, sehingga memberikan dorongan signifikan terhadap percepatan pembangunan.

‎“Untuk capaian PU, tahun ini luar biasa. Anggaran yang digelontorkan begitu besar, dan kami optimistis dapat melaksanakan seluruh tugas pokok kami, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, irigasi, hingga pemeliharaan gedung-gedung strategis sesuai ketentuan,” ujar Tejo.

‎Ia memastikan bahwa seluruh program pembangunan yang direncanakan tahun ini dapat diselesaikan sebelum akhir Desember 2025. Menurutnya, arahan Gubernur Bengkulu yang menargetkan kondisi jalan provinsi mulus 100 persen pada tahun 2028 menjadi semangat bagi seluruh jajaran PUPR untuk bekerja lebih optimal.

‎“Dengan dukungan penuh dari Pak Gubernur yang memiliki program jalan mulus 100 persen hingga 2028, kami sangat optimistis target tersebut akan tercapai. Dari perhitungan kami, dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 triliun untuk menuntaskan keseluruhan perbaikan jalan provinsi,” jelasnya.

‎Tejo memaparkan bahwa ketika Gubernur Bengkulu mulai menjabat, kondisi jalan provinsi yang berada dalam keadaan baik baru mencapai sekitar 56 persen. Sementara itu, sekitar 32 persen jalan tercatat dalam kondisi rusak dan menjadi fokus prioritas perbaikan selama tiga tahun pemerintahan berjalan.

‎Selain pembangunan infrastruktur jalan, Dinas PUPR juga menaruh perhatian besar pada peningkatan sarana pendidikan. Tejo mengungkapkan bahwa pihaknya terus menganggarkan pembangunan sekolah, minimal satu unit untuk setiap kabupaten. Beberapa daerah bahkan menjadi prioritas karena kebutuhan yang lebih mendesak.

‎“Di Rejang Lebong ada tiga pembangunan sekolah, sedangkan di wilayah Utara ada dua sekolah baru. Tahun ini kami kembali menganggarkan pembangunan fasilitas pendidikan. Tahun lalu sekitar Rp15 miliar dialokasikan, dan tahun ini Rp12 miliar,” tuturnya.

‎Ia menjelaskan bahwa Gubernur Bengkulu meminta PUPR untuk memeriksa langsung kondisi ruang kelas, fasilitas sanitasi, serta sarana pendukung lain di sekolah-sekolah guna memastikan peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan fisik bangunan.

‎Tidak hanya pendidikan, sektor kesehatan juga mendapat perhatian serius. Tejo menyebutkan bahwa beberapa fasilitas kesehatan sedang dalam proses rehabilitasi, termasuk tiga gedung di RSUD M. Yunus.

‎“Tahun ini ada tiga gedung yang direhabilitasi. Progresnya sudah mencapai 80 hingga 90 persen. Rawat inap Fatmawati dengan anggaran sekitar Rp10–12 miliar, unit pelayanan poli sekitar Rp10 miliar, dan PJT Jantung sekitar Rp18 miliar,” paparnya.

‎Dalam pengerjaan proyek-proyek tersebut, Dinas PUPR memastikan seluruh proses telah sesuai dengan aturan karena mendapat pendampingan dari Kejaksaan Tinggi dan pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada struktur bangunan, tetapi juga aspek tata seni, taman, hingga kelayakan penggunaan.

‎“Yang kami kerjakan bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga estetika dan kenyamanan. Awal tahun depan seluruhnya sudah bisa digunakan,” kata Tejo.

‎Dengan optimisme tinggi, Dinas PUPR Bengkulu menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur berkualitas untuk mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.