Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, A.MK., M.Pd., M.KM., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit dan gangguan kesehatan menjelang musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman, A.MK., S.Pd., M.Pd., M.KM.,

Menurut Yasman, saat ini wilayah Bengkulu masih berada dalam periode musim kemarau yang akan beralih menuju musim hujan. Perubahan musim tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Dengan memasuki musim hujan, tentu ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai, terutama yang berkaitan dengan krisis kesehatan. Banjir dan tanah longsor, misalnya, dapat berdampak langsung terhadap masyarakat,” ujar Yasman, usai menghadiri Munas ke-XI PPNI di Hotel Mercure, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, genangan air yang muncul akibat hujan dan banjir dapat menjadi tempat perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak terjaga selama musim hujan juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kebersihan lingkungan dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Yasman secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah Bengkulu agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan musim dengan menjaga kesehatan diri dan keluarga serta memastikan lingkungan tempat tinggal tetap bersih.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu siap siaga menjaga kesehatan. Jaga kesehatan, jaga keluarga, jaga lingkungan, dan selalu waspada,” tegasnya.

Dinkes Provinsi Bengkulu mengingatkan bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama musim hujan. Masyarakat diharapkan segera membersihkan genangan air di sekitar rumah, menjaga kebersihan saluran drainase, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit sesuai anjuran petugas kesehatan.

Kewaspadaan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan bersama, terutama ketika perubahan cuaca berpotensi memicu bencana dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.