Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bengkulu bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu mulai memetakan sejumlah ruas jalan yang kerap digunakan sebagai lokasi balap liar. Selain meningkatkan pengawasan, langkah tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemasangan speed bump di sejumlah titik rawan untuk menekan aksi kebut-kebutan di jalan umum.

‎Dirlantas Polda Bengkulu Petakan Lokasi Balap Liar, Speed Bump Segera Dipasang.


‎Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu Kombes Pol. Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., bersama jajaran Ditlantas dan Kepala Dishub Kota Bengkulu turun langsung melakukan pemetaan di sejumlah lokasi yang diduga kerap dijadikan arena balap liar pada Rabu pagi (9/9/2026).

‎Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan menyusul keresahan masyarakat terhadap aktivitas balap liar yang masih terjadi di sejumlah titik di Kota Bengkulu. Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

‎Kombes Pol. Mochammad Hasan mengatakan penanganan balap liar harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

‎“Balap liar di jalan umum sangat berisiko terhadap keselamatan. Tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Karena itu, kami bersama Dinas Perhubungan melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang sering digunakan untuk balap liar sebagai langkah pencegahan,” ujar Hasan.

‎Menurutnya, jalan umum bukan tempat yang aman untuk melakukan kegiatan balap. Pengendara yang melakukan aksi kebut-kebutan juga berpotensi kehilangan kendali dan menyebabkan kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan lain.

‎Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat, terutama pelajar dan remaja, untuk menghentikan kegiatan balap liar dan menyalurkan minat terhadap otomotif melalui kegiatan yang resmi dan mengutamakan keselamatan.

‎“Kami mengimbau kepada para pelajar dan remaja agar tidak melakukan balap liar. Silakan salurkan hobi dan kemampuan di bidang otomotif melalui wadah yang resmi, aman, dan tidak mengganggu keselamatan masyarakat,” katanya.

‎Upaya pencegahan tersebut juga berkaitan dengan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas akibat aktivitas balap liar. Berdasarkan data PT Jasa Raharja Bengkulu, kecelakaan lalu lintas yang dipicu aktivitas tersebut menjadi perhatian karena dapat menimbulkan korban dengan tingkat keparahan yang tinggi.

‎Hasan menegaskan, penanganan balap liar tidak semata-mata mengandalkan penindakan terhadap pelaku. Faktor lingkungan, kondisi jalan, pengawasan, serta pendekatan kepada kelompok remaja juga perlu diperhatikan.

‎“Penanganan balap liar tidak cukup hanya dengan penindakan. Kami juga perlu melihat faktor lingkungan dan kondisi jalan. Karena itu, hasil pemetaan ini akan kami tindak lanjuti bersama pihak terkait dengan langkah-langkah yang dapat mencegah terjadinya balap liar,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Bengkulu, Rusman, mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas titik-titik yang sering digunakan sebagai arena balap liar.

‎Menurut Rusman, penanganan balap liar perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh aspek kemanusiaan sekaligus memperhatikan kondisi fasilitas jalan.

‎“Kalau tidak salah, kata Pak Dirlantas, beliau juga punya hobi balap. Sebagai pihak lalu lintas, kami punya tanggung jawab besar untuk menekan angka balap liar di Bengkulu,” ujar Rusman.

‎Ia menjelaskan, salah satu langkah teknis yang akan segera dilakukan adalah pemasangan speed bump atau polisi tidur di sejumlah ruas jalan yang sering digunakan untuk kegiatan balap liar.

‎“Salah satu solusi teknis yang akan segera dilakukan adalah memasang speed bump (polisi tidur) di beberapa ruas jalan yang sering digunakan untuk trek-trekan,” katanya.

‎Pemasangan fasilitas pengendali kecepatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengendara mengurangi kecepatan ketika melintasi ruas jalan yang selama ini menjadi lokasi balap liar.

‎Namun, Rusman menekankan bahwa langkah teknis tersebut perlu dibarengi dengan pengawasan dan pendekatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

‎Pemerintah daerah bersama kepolisian juga diharapkan dapat mendorong tersedianya wadah yang aman bagi remaja untuk menyalurkan minat di bidang otomotif. Dengan demikian, kegemaran terhadap kendaraan bermotor dapat diarahkan ke kegiatan yang positif tanpa mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

‎Pemetaan lokasi, peningkatan pengawasan, pemasangan fasilitas pengendali kecepatan, serta pendekatan kepada generasi muda menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi balap liar di Kota Bengkulu.

‎Ditlantas Polda Bengkulu dan Dishub Kota Bengkulu berharap langkah tersebut tidak hanya mengurangi aktivitas balap liar, tetapi juga menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.