Jakarta, BMon – Berita Merdeka Online – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas PMJ) bersama pemangku kebijakan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta menggelar focus group discussion (FGD) dengan komunitas sepeda dan akademisi untuk membahas efektivitas jalur sepeda permanen di Jakarta.

“Kami dengan seluruh stake holder terkait melakukan FGD tentang efektivitas jalur sepeda permanen di Jakarta. Kenapa FGD ini dilakukan? Ini untuk menjawab permasalahan isu-isu yang berkembang di masyarakat khususnya terhadap jalur sepeda yang saat ini sedang dalam tahap ujicoba,” kata Dirlantas Sambodo.

Diskusi tersebut tidak hanya mengundang komunitas sepeda yang diundang, sejumlah komunitas mobil dan ojek daring pun ikut dilibatkan dari pertemuan tersebut.

Pelibatan seluruh stakeholder maupun perwakilan masyarakat tersebut diharapkan mampu menghasilkan masukan yang menyeluruh perihal penerapan jalur sepeda di Jakarta.

“Dengan demikian FGD ini menghasilkan keputusan yang komprehensif yang bisa disepakati bersama menjadi landasan pemikiran untuk mengambil kebijakan selanjutnya terkait dengan adanya kebijakan permanen,” tambah Akpol ’91 ini, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis tadi (25/03/2021).0

FGD ini juga membahas soal penindakan bagi para Pesepeda yang melakukan pelanggaran lalu lintas serta mengkaji sanksi apa yang bisa diberikan bagi para pelanggar.

“Ketika kita akan melakukan penindakan berdasarkan Pasal 299 UU Lalu Lintas penegakan hukum terhadap kendaraan tidak bermotor yang tidak memiliki kewajiban SIM dan STNK tentu harus ada kesepakatan bersama ketika terjadi penindakan apa yang bisa dijadikan barang bukti, apakah sepeda atau KTP atau gimana penindakannya,” pungkasnya. (ams)