BANGKA, Berita Merdeka Online — Sepak terjang Dodo, Suwan dan Eeng sudah tak asing lagi ditelinga kalangan penambang ilegal. Mereka disebut-sebut masih ‘berani’ mengkoordinir aktifitas tambang ilegal di perairan Teluk Kelabat. Selasa (21/0/23)

Diketahui, tiga koordinator tambang ilegal atas nama Dodo, Suwan dan Eeng sempat ‘menghilang’ hendak diperiksa APH  Kep Babel terkait aktifitas tambang ilegal.

Namun pemanggilan yang dilakukan APH Kep Babel tak membuat mereka ‘jera’ untuk menjalankan aktifitas ilegal tersebut.

Fakta-fakta mengenai sepak terjang & keberanian Dodo, Suwan dan Eeng yang tetap nekat mengkoordinir tambang ilegal berdasarkan informasi dari penambang timah.

Hingga saat ini juga, Tim Media Beritamerdeka masih melakukan penelusuran soal informasi adanya dugaan orang kuat dan oknum APH yang melindungi tiga koordinator Dodo, Suwan dan Eeng.

A, salah satu penambang timah mengatakan, bahwa DD, SW dan EG masih mengkoordinir tambang ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam.

“Informasinya mereka masih bekerja bang, Kubu EG bekerja di Perairan Kianak dan Tuik, sedangkan Kubu DD dan SW rencana bekerja kembali di perairan Tuik.”ungkap A yang minta namanya dirahasiakan saat berbincang-bincang dengan Tim Media Beritamerdekaonline.com. Selasa (21/03/2023) pukul 09.00 WIB.

Terpisah, warga Bangka berinisial G sangat menyayangkan, ketidakseriusan kepolisian dalam menindak tegas tiga koordinator berinisial DD, SW dan EG.

“Itu mereka sudah pernah dipanggil polisi, tapi kok mereka tetap berani koordinir tambang ilegal. Jangan- jangan pemanggilan ini hanya main-main saja. Kalo mereka terbukti mengkoordinir tambang ilegal sudah seharusnya dijemput. Bukan didiamkan seperti ini. Saya minta Kapolda untuk turun langsung mengambil alih masalah ini. “Ungkap Warga Bangka ini saat berbincang-bincang dengan tim media Berita Merdeka Online.

Diketahui sebelumnya, Eeng, Dodo, Guno merupakan 3 koordinator tambang ilegal yang beraktivitas di perairan Desa Tuik dan Pusuk, Teluk Kelabat Dalam.

Mereka bertiga disebut meraup fee 30% pasir timah dari penambang ilegal. (Tim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.