Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Reko Serasi, menerima penghargaan dari Bupati Lebong bersama Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pelestarian, pengembangan, serta edukasi nilai-nilai lokal dan kebudayaan Rejang di Kabupaten Lebong dan Provinsi Bengkulu secara umum.

‎Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Penghargaan dari Bupati dan BMA Lebong atas Dedikasi Melestarikan Budaya Rejang.


‎Prosesi penganugerahan penghargaan berlangsung khidmat bersamaan dengan pelantikan Ketua dan Pengurus BMA Kabupaten Lebong di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah.

‎Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Penghargaan dari Bupati dan BMA Lebong atas Dedikasi Melestarikan Budaya Rejang.


‎Penghargaan yang diterima Reko Serasi merupakan hasil pengamatan panjang terhadap kiprahnya di bidang kebudayaan. Selain berprofesi sebagai dosen, Reko juga tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Bengkulu yang aktif melakukan penelitian mengenai adat dan budaya masyarakat Rejang.

‎Selama ini, Reko dikenal aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya. Kehadirannya di tengah masyarakat tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai penggerak yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan dengan kearifan lokal. Melalui pendekatan tersebut, budaya daerah dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

‎Dalam bidang kebudayaan, Reko Serasi telah menginisiasi berbagai kegiatan melalui organisasi Putera Puteri Kebudayaan Bengkulu (PPKB) yang didirikannya. Beragam program telah dilakukan, mulai dari dokumentasi cerita rakyat, pelestarian makanan tradisional, hingga pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal.

‎Salah satu karya yang mendapat perhatian ialah buku berjudul “English for Tourism” yang mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari materi pembelajaran. Melalui inovasi tersebut, Reko dinilai berhasil menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari seni, adat, dan filosofi budaya daerah, khususnya budaya Rejang di Kabupaten Lebong.

‎Bupati Lebong, Azhari, S.H., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan BMA harus terus diperkuat agar budaya daerah tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, dokumentasi dan penyusunan literatur adat budaya menjadi langkah penting dalam menjaga identitas daerah.

‎“Akademisi memiliki peran besar dalam memastikan budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, kami berharap kontribusi seperti yang dilakukan Reko Serasi dapat terus berkembang,” ujar Azhari.

‎Ketua BMA Kabupaten Lebong, Arianto, juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi simbol kehormatan bagi putra daerah yang telah mengharumkan nama Bengkulu melalui pelestarian warisan budaya secara konsisten dan penuh integritas.

‎Sementara itu, Reko Serasi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebong, BMA Kabupaten Lebong, masyarakat, Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Bengkulu, serta UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu atas dukungan yang diberikan.

‎Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memperluas penelitian kebudayaan di Bengkulu. Ia menegaskan bahwa tugas seorang dosen tidak hanya sebatas mengajar di ruang kelas, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga akar budaya sebagai identitas bangsa.