Kabupaten Semarang | Beritamerdekaonline – Semangat gotong royong berpadu dengan kerja cepat, tepat, dan berkualitas mewarnai pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Dengan semangat “Gas Pol! Ngebut Aman, Tak Benjut!”, personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus berpacu menyelesaikan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan warga, Sabtu (25/7/2026).

Berbagai sasaran fisik, terutama pembangunan akses jalan, terus dikebut tanpa mengesampingkan mutu pekerjaan. Jalan yang sebelumnya berlubang, bergelombang, dan menyulitkan aktivitas warga, secara bertahap berubah menjadi akses yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk dilalui masyarakat.

Deru alat kerja, kekompakan personel TNI bersama warga, serta semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mengejar target pembangunan. Meski pekerjaan dilakukan dengan ritme yang tinggi, setiap tahapan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas agar hasil pembangunan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Komandan Kodim 0714/Salatiga selaku Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak berarti mengorbankan kualitas.

“Kecepatan bukan berarti mengabaikan mutu. Setiap pekerjaan dilaksanakan secara profesional, teliti, dan penuh tanggung jawab agar hasilnya kokoh, awet, serta mampu mendukung aktivitas masyarakat dalam waktu yang lama,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Cukil, kehadiran TMMD bukan sekadar menghadirkan pembangunan jalan, tetapi juga membuka harapan baru. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan perekonomian desa.
Melalui semangat kebersamaan dan pengabdian, TMMD Reguler ke-129 kembali membuktikan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam membangun desa. Setiap meter jalan yang berhasil diselesaikan menjadi simbol hadirnya kepedulian, gotong royong, dan harapan baru menuju desa yang lebih maju dan sejahtera.
(Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.