Bengkulu Tengah, Beritamerdekaonline.com – Menyongsong puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar Sholawat dan Doa Bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan partai dalam mengabdi kepada masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu Tengah, M. Hendrik Al Zen, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur serta komitmen untuk tetap dekat dengan rakyat.
“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini bukti syukur kami bersama masyarakat dan komitmen bahwa Partai Golkar selalu hadir, bekerja, dan berjuang bersama rakyat,” ujarnya, di Kantor DPD Partai Golkar Bengkulu Tengah, Jumat malam (05/12/2025).
Syukuran atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Pada kesempatan tersebut, turut dipanjatkan doa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar (TNI) H. M. Soeharto. Hendrik menegaskan bahwa penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi keluarga besar Golkar.
“Bagi kami, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar H. M. Soeharto merupakan momentum untuk mengingat kembali jasa-jasa beliau, terutama dalam memajukan daerah melalui program transmigrasi,” ucapnya.
Kepedulian untuk Korban Musibah di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Doa bersama juga dipersembahkan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Desa Srikaton Sajoni menyampaikan harapannya bagi bangsa ini bisa pulih dari bencana alam dan terhindar bencana.
“Kami berdoa agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga daerah mereka segera pulih dan bangsa ini dijauhkan dari bencana,” tuturnya.
Bantuan untuk Santri dan Sumbangan Mushaf Al-Quran
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melalui pengurus daerah memberikan bantuan dana pembinaan bagi para santri dan tenaga pengajar di Pondok Pesantren Tahfiz Quran Aryhan.
Dalam pesan yang disampaikan melalui perwakilan.
“Kami ingin para santri tetap bersemangat menghafal Al-Quran dan tumbuh menjadi generasi yang memberi cahaya bagi masyarakat dan bangsa,” demikian pesan Bahlil.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Syamsurachman, memberikan 50 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren tersebut.
“Semoga Al-Quran ini dapat membantu para santri belajar dan mengamalkannya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemotongan Tumpeng sebagai Simbol Kedekatan dengan Rakyat
Prosesi pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol syukur dan harapan agar Partai Golkar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Tumpeng ini kami serahkan kepada tokoh masyarakat, kepala desa, dan para ustaz sebagai tanda bahwa kami ingin terus berjalan bersama masyarakat,” lanjut Hendrik.
Usulan Penamaan Jalan Jenderal Besar H. M. Soeharto
Pada momen syukuran tersebut, keluarga besar Golkar Bengkulu Tengah juga mengusulkan agar jalan dari Simpang Tiga Desa Pasar Pedati menuju perbatasan Bengkulu Tengah–Kota Bengkulu diberi nama Jalan Jenderal Besar (TNI) H. M. Soeharto.
Seorang tokoh masyarakat yang juga Kepala Desa Srikaton Sajoni menyatakan dukungan penuh.
“Kami sangat mendukung usulan ini. Tidak dapat dipungkiri, pembangunan daerah kami banyak terbantu oleh program transmigrasi pada masa Presiden Soeharto,” ungkapnya.
DPD Partai Golkar Bengkulu Tengah menegaskan bahwa usulan tersebut akan diteruskan ke tingkat provinsi hingga pusat.
“Kami akan membawa aspirasi ini ke Golkar Provinsi dan DPP agar mendapatkan perhatian dan dapat diperjuangkan,” kata Hendrik.


Tinggalkan Balasan