Tim pencarian orang hilang di Lubuk Limpato Harau Limapuluh Kota dari BPBD terima pengarahan sebelum masuk hutan keluar hutan

Limapuluh Kota, Berita Merdeka Online —
Telah memasuki hari ke tujuh pencarian korban Irman (61) penduduk Lubuk Limpato kenarian Tarantang kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar yang dilaporkan hilang, masih belum menemukan titik terang.
Korban meninggalkan rumah sejak hari Minggu (3/5) sekitar jam 10.00 Wib, mengatakan kepada keluarganya hendak mencari petsi di perbukitan di sekitar wilayah Tarantang.
Konon yang biasanya menurut keluarga korban Irman alias pak Toia, ia biasa mencari petsi ke hutan tapi pulangnya cepat sebelum sore.
Tapi kali ini jauh berbeda, apa gerangan yang terjadi atas diri pak Toia belum juga ditemukan pertanyaan muncul dari banyak pihak.di Lubuk Limpato itu.

Masyarakat Lubuak Limpato serta aparat kepolisian , BPBD Limapuluh Kota, Abri dan tim relawan lainnya dan personil panjat tebing terus melakukan pencarian.
Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badriti Resha yang datang ke daerah tersebut memberikan semangat kepada tim pencarian korban, mereka juga berharap kepada masing-masing instansi terkait, agar memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tim masing-masing. Jangan sampai terjadi ingin untuk menyelamatkan seseorang ada anggota tim yang korban pula akibat kecelakaan lainnya pesan Wabub.

Kejadian ini merupakan kehendak dari Allah, kalaupun korban tidak ditemukan dalam keadaan apapun, itu juga atas kehendak Allah.
Nasib seseorang itu Allah lah yang menentukan jelas Wabub Ahlul Badriti Resha.

Menurut keluarganya ciri-ciri yang bersangkutan kulit sawo matang, rambut ikal pendek dan terakhir kali memakai baju kemeja warna putih, hendak pergi untuk mencari petai ke dalam hutan yang berlokasi di atas bukit Rangkak.
Pencarian sudah dilakukan ke arah yang di tuju yang bersangkutan yaitu namanya Bangku – Bangku di atas bukit Rangkak namun tidak membuahkan hasil.

Ketika yang bersangkutan berangkat meninggalkan rumah, ia tidak membawa ponsel, sebelum berangkat Irman sempat membeli rokok di sebuah warung dan pemilik warung bertanya ” Bapak mau kemana dan di jawab mau mencari petai di hutan.
Terahir kali Irman pernah bertegur sapa dengan warga di jalan menuju pandam pekuburan di lereng Bukit Rangkak waktu berangkat. Karena yang bersangkutan tidak membawa ponsel,sehingga untuk melacak keberadaannya sedikit terkendala, di tambah cuaca sejak korban meninggalkan rumah hujan sering turun sehingga pencarian kadang terhalang.

Anggota BPBD M.Arif Fadillah yang tengah berada di lokasi bersama tim ketika menerima WA wartawan media ini peteng menjelang sore hari Sabtu (9/5) membalas singkat belum ketemu.
Pencarian korban tidak saja di perbukitan, juga ditelusuri di setiap lembah atau sungai memperkirakan tersesat, jatuh, atau jadi korban binatang buas lainnya.

Keluarga Irman yang selalu menunggu kepulangannya, selalu berharap kepada tim pencari agar korban cepat ditemukan walau dalam keadaan apapun, apa bila ada yang melihat orang dengan ciri – ciri diatas agar dapat melaporkan ke Polsek Harau atau pos terdekat dengan lokasi pencarian.( Fd)