Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Syarikat Islam (SI) Wilayah Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) wilayah dan cabang tingkat provinsi di Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Sabtu, 20 Juni 2026. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam tahun 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Rakor mengusung tema Konsolidasi Terpadu dan Pemantapan Kinerja Syarikat Islam Sumbar dalam Menyongsong Kongres Nasional ke-42 dan diikuti pengurus dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara cabang.

Ketua Syarikat Islam Wilayah Sumatera Barat, Kombes Pol (Purn) Mukhlis Mansyur, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran organisasi dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan umat.

Rapat Koordinasi Syarikat Islam Sumatera Barat di Padang Panjang membahas konsolidasi organisasi dan penguatan ekonomi umat menjelang Kongres Nasional 2026.

Mukhlis mengulas sejarah berdirinya Syarikat Islam yang mula-mula bernama Syarikat Dagang Islam dan didirikan Haji Samanhudi di Solo pada 16 Oktober 1905. Pada 10 September 1912, organisasi berganti nama menjadi Syarikat Islam di bawah kepemimpinan Haji Omar Sa’id Tjokroaminoto untuk memperluas ruang keanggotaan.

“Awalnya dibentuk untuk melindungi pedagang pribumi dari dominasi asing. Kini organisasi bergerak pada dakwah ekonomi, sosial, pendidikan, dan pembinaan kemandirian umat,” kata Mukhlis.

Menurut dia, di bawah kepemimpinan Tjokroaminoto, Syarikat Islam berkembang menjadi salah satu kekuatan awal pergerakan nasional yang mampu menghimpun massa secara luas dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Mukhlis mengatakan cita-cita membangun kemandirian ekonomi umat yang diwariskan para pendiri organisasi tetap menjadi agenda yang relevan hingga sekarang.

Ia juga menyinggung keterlibatan sejumlah tokoh asal Sumatera Barat dalam perjalanan sejarah organisasi tersebut, seperti Buya Hamka, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Mohammad Natsir. Namun, aktivitas organisasi di Sumatera Barat disebut sempat vakum sejak 1973.

Ketua Harian Syarikat Islam Sumbar sekaligus Ketua Panitia Rakor, Dra. Marsenanny, M.M., menjelaskan rapat dibagi dalam tiga agenda utama.

Pertama, pembahasan peluang ekspor dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi daerah, termasuk komoditas gambir yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Sumatera Barat.

Agenda kedua ialah pembentukan Koperasi Syarikat Islam tingkat provinsi serta pengembangan koperasi di seluruh cabang kabupaten dan kota.

Sementara agenda ketiga berfokus pada koordinasi dan penguatan organisasi menjelang kongres nasional.

“Kami berharap pembahasan dalam rakor ini dapat menjadi langkah konkret untuk mewujudkan cita-cita Syarikat Islam dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Marsenanny.

Pemerintah Kota Padang Panjang turut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis yang diwakili Asisten I Setdako, I Putu Venda, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rakor di kota itu.

Dalam sambutan yang dibacakannya, I Putu Venda mengatakan nilai yang sejak lama dibawa Syarikat Islam yaitu persatuan, kemandirian ekonomi, dan peningkatan martabat umat, masih relevan di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.

“Semangat persatuan dan kemandirian ekonomi tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” kata I Putu Venda.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.