Aceh, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), menyalurkan bantuan sosial berupa 100 unit lampu solar cell kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap warga yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang melanda wilayah dataran tinggi Aceh.

‎HPMPI Salurkan 100 Lampu Solar Cell untuk Korban Banjir dan Longsor di Dataran Tinggi Aceh.


‎Bencana banjir dan longsor tersebut terjadi akibat pengaruh siklon tropis yang menyebabkan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem itu mengakibatkan meluapnya sungai, longsornya tebing, serta kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum. Selain itu, bencana juga menyebabkan terputusnya aliran listrik di berbagai titik permukiman, sehingga warga harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi minim penerangan, terutama pada malam hari.

‎Steven mengatakan, bantuan lampu solar cell dipilih karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak. Menurutnya, penerangan merupakan aspek penting dalam situasi darurat, baik untuk menjaga keamanan lingkungan maupun untuk menunjang aktivitas warga pascabencana.

‎“Setelah kami menerima laporan dari daerah, kebutuhan paling mendesak yang disampaikan adalah penerangan. Banyak wilayah gelap total saat malam hari karena listrik terputus,” kata Steven saat memimpin langsung penyaluran bantuan, Jumat (16/1/2025).

‎Ia menambahkan, lampu solar cell memiliki keunggulan karena dapat digunakan secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik, sehingga sangat membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

‎Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang terdampak paling parah di kedua kabupaten tersebut. Jajaran pengurus DPC HPMPI setempat turut mendampingi proses distribusi agar bantuan dapat tepat sasaran dan diterima langsung oleh warga yang membutuhkan. Kehadiran pengurus organisasi di lapangan juga dimaksudkan untuk memastikan kondisi masyarakat serta menyerap aspirasi terkait kebutuhan lanjutan pascabencana.

‎Steven menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen HPMPI untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana alam. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga serta membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

‎“Kami menyadari bahwa bantuan ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun kami berharap, setidaknya lampu solar cell ini dapat membantu penerangan di rumah-rumah warga, posko pengungsian, dan titik-titik penting lainnya,” ujarnya.

‎Masyarakat penerima bantuan menyambut baik langkah yang dilakukan HPMPI. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian organisasi tersebut, mengingat penerangan menjadi kebutuhan utama setelah listrik terputus akibat bencana. Dengan adanya lampu tenaga surya tersebut, warga merasa lebih terbantu, terutama pada malam hari.

‎Ke depan, HPMPI berencana terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Organisasi ini juga membuka peluang untuk menyalurkan bantuan lanjutan apabila masih terdapat kebutuhan mendesak lainnya. Melalui aksi sosial tersebut, HPMPI berharap dapat berkontribusi nyata dalam upaya pemulihan pascabencana dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.