SEMARANG, Berita Merdeka Online — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, membuka layanan skrining kanker payudara gratis bagi perempuan di Hall dan Aula Balaikota Semarang, Selasa (11/8). Layanan tersebut menyasar perempuan rentan yang selama ini kesulitan melakukan pemeriksaan karena terkendala biaya.

Agustina menegaskan, layanan skrining tidak boleh berhenti pada pemeriksaan awal. Setiap temuan gejala atau indikasi penyakit dari proses deteksi dini harus ditindaklanjuti hingga mendapat penanganan.

Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan warga yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Kepada Dinas Kesehatan, saya perintahkan jika ada temuan gejala dalam proses deteksi ini, saya minta ada tindak lanjut. Dan itu harus ditutup dengan UHC, supaya tidak perlu mengeluarkan pembiayaan,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, skrining menjadi penting karena banyak kasus kanker baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut. Deteksi dini diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah warga menghadapi beban pembiayaan kesehatan.

Kelompok perempuan rentan menjadi sasaran utama dalam layanan tersebut. Agustina menyebut di antaranya ibu-ibu pengemudi ojek online serta perempuan lanjut usia yang sudah tidak memiliki pendapatan.

“Paling banyak kelompok rentan ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah tidak punya pendapatan,” katanya.

Salah seorang peserta, Ana, warga Kelurahan Sekayu, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis tersebut. Ia mengikuti skrining untuk pertama kalinya setelah memperoleh informasi dari komunitasnya.

“Sangat membantu, karena memang terutama untuk perempuan usia di atas 50 tahun itu penting banget pemeriksaan payudara. Selama ini belum pernah periksa karena biayanya memang besar,” ujar Ana.

Skrining digelar selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, di Hall dan Aula Balai Kota Semarang dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain deteksi kanker payudara, layanan kesehatan yang tersedia meliputi deteksi kanker leher rahim, skrining tuberkulosis menggunakan X-ray portable, pemeriksaan mata dan gigi, serta donor darah. Kuota peserta skrining mencapai 300 orang per hari.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemkot Semarang dengan RS Siloam Hospitals Semarang, RS Samsoe H, RS William Booth, RSWN, Rotary Club Semarang Tugu Muda, dan Rotary Club Semarang Kunti.

Agustina berharap skrining dapat dilakukan secara rutin sehingga semakin banyak perempuan, khususnya kelompok rentan, dapat mendeteksi risiko kanker lebih awal dan memperoleh penanganan tanpa terkendala biaya.(day)Wali Kota Agustina


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.