SEMARANG, Berita Merdeka Online — Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tanggungrejo, Kota Semarang, berada dalam kondisi overload dan dinilai sudah tidak layak. Meski demikian, Pemkot Semarang masih mempertahankan operasional fasilitas tersebut sembari menunggu fasilitas pengganti Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Banjardowo.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati, mengatakan kondisi IPLT Tanggungrejo sudah lama tidak ideal. Fasilitas tersebut saat ini lebih banyak difungsikan untuk menampung lumpur tinja dari masyarakat maupun perusahaan.

“Memang kondisinya seperti itu. Sudah tidak layak. Kita hanya bisa menampung saja,” kata Murni, Senin (21/9).

Menurut dia, IPLT Tanggungrejo sebenarnya sudah perlu dipindahkan karena lokasinya berada di kawasan yang berbatasan dengan laut. Namun, Pemkot belum dapat menghentikan operasionalnya karena belum tersedia fasilitas pengganti.

Jika IPLT ditutup tanpa adanya fasilitas alternatif, pembuangan lumpur tinja dikhawatirkan justru berlangsung tanpa kendali, termasuk dibuang ke sungai.

“Kalau ditutup, nanti buang limbahnya malah sembarangan ke sungai. Daripada tidak terkendali, kita tetap fungsikan dulu,” ujarnya.

IPLT Tanggungrejo memiliki tiga kolam yang dirancang untuk menjalankan tahapan pengolahan lumpur tinja. Namun, saat ini hanya dua kolam yang masih dapat difungsikan sehingga kapasitas pengolahan tidak berjalan optimal.

“Sekarang kita baru bisa mengaktifkan dua kolam, kolam dua dan tiga. Kita hanya menampung saja,” jelasnya.

Pemkot Semarang juga belum berencana melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap IPLT tersebut. Perawatan dilakukan secara terbatas dengan mempertimbangkan usia dan kelayakan fasilitas.

“Kalau kita bangun keseluruhan nanti sayang duitnya, karena lifetime-nya sebenarnya sudah tidak layak,” katanya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot menunggu pembangunan SPALD-T Banjardowo yang disiapkan pemerintah pusat. Fasilitas tersebut diperkirakan baru dapat difungsikan sekitar 2030.

Murni mengatakan pembangunan SPALD-T Banjardowo masih berlangsung secara bertahap karena kebutuhan anggarannya besar. Fasilitas itu nantinya dirancang melayani wilayah cakupan 10 kecamatan di Kota Semarang.

Kota Semarang memiliki 16 kecamatan sehingga masih terdapat enam kecamatan yang belum masuk cakupan SPALD-T Banjardowo. Pemkot tengah mengkaji lokasi fasilitas pengolahan untuk melayani wilayah tersebut.

Pemkot juga membuka opsi penggunaan APBD maupun dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan fasilitas tambahan.

Sambil menunggu infrastruktur baru, IPLT Tanggungrejo tetap difungsikan secara terbatas untuk menjaga layanan pengelolaan lumpur tinja dan mencegah pembuangan limbah domestik secara tidak terkendali.(day) 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.