Kepahiang, Beritamerdekaonline.com – Kondisi jalan penghubung antara Kabawetan dan Sengkuwang semakin mengkhawatirkan. Terutama di Desa Tangsi Duren yang berbatasan dengan Desa Sidorejo, kerusakan semakin parah akibat sering terendam banjir saat musim hujan. Gorong-gorong yang tersumbat serta erosi tanah yang menyebabkan longsor memperburuk keadaan. 06/03

Warga setempat merasa resah dengan kondisi jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Kabawetan dan sekitarnya. Salah seorang warga Sengkuwang menuturkan bahwa kondisi jalan yang terus mengalami penurunan kualitas sangat berisiko bagi pengguna, terutama saat hujan deras.

“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Jika tidak segera ditangani, longsoran bisa semakin parah dan membahayakan masyarakat,” ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Sebagai jalan provinsi, tanggung jawab perbaikan berada di tangan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Namun hingga kini, belum ada langkah nyata untuk menangani kerusakan yang semakin meluas. Warga Desa Tangsi Duren dan Sengkuwang mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu segera melakukan penanganan dengan membersihkan gorong-gorong yang tersumbat serta memperkuat struktur jalan agar tidak semakin amblas. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akses transportasi akan terganggu dan berimbas pada perekonomian warga setempat.

Jalan lintas Kabawetan-Sengkuwang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian di daerah tersebut. Oleh sebab itu, perhatian dan aksi cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan demi kelancaran aktivitas masyarakat serta keselamatan pengguna jalan. (Sampur Buana)