Majalengka, Berita Merdeka Online — Program pemerintah pusat dalam bidang irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) kini tengah berjalan di Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Namun, pelaksanaan proyek dengan anggaran sebesar Rp195 juta dari APBN Murni Tahun Anggaran 2025 ini menuai sorotan lantaran muncul dugaan pengelolaan keuangan yang tidak transparan.

Proyek yang digarap oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sawah Lega, dengan ketua pelaksana Bapak Domo, bertujuan memperbaiki jaringan irigasi guna meningkatkan hasil pertanian warga. Namun, ketika tim Berita Merdeka Online bersama beberapa media lokal melakukan peninjauan langsung ke lokasi, situasi di lapangan justru terkesan tertutup.

Beberapa pekerja enggan memberikan keterangan dan terlihat berhati-hati saat ditanya terkait pelaksanaan pekerjaan serta kualitas material yang digunakan. Bahkan, Bapak Domo yang disebut sebagai ketua pelaksana justru tidak mengakui perannya saat ditemui di lokasi, Kamis (6/11/2025).

Lokasi proyek P3TGAI Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, yang tengah dikerjakan P3A Sawah Lega.
Papan Informasi Proyek P3TGAI di Desa Heuleut, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. (Foto: Berita Merdeka Online)

Tim media juga mengamati beberapa material bangunan yang diduga tidak sesuai standar Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ketika ditanyakan kepada para pekerja, mereka tidak memberikan jawaban pasti mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut.

Untuk memperoleh kejelasan, wartawan kemudian mendatangi Kantor Desa Heuleut guna menemui Kepala Desa atau perwakilan yang berwenang. Salah seorang perangkat desa yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pihaknya bersama P3A Sawah Lega hanya bertugas sebagai pelaksana di lapangan.

“Kalau kami hanya menjalankan pekerjaan di lapangan. Urusan keuangan dan hal lainnya sepenuhnya dipegang oleh Kepala Desa,” ujarnya.

Namun, saat diminta konfirmasi lebih lanjut, Kepala Desa Heuleut tidak berada di tempat. Beberapa kali upaya wartawan untuk menemuinya juga tidak membuahkan hasil hingga berita ini diterbitkan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana P3TGAI di Desa Heuleut. Sebagaimana diketahui, program P3TGAI merupakan salah satu program prioritas Kementerian PUPR yang dibiayai langsung dari APBN untuk memperbaiki jaringan irigasi di pedesaan.

Program ini seharusnya dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi terbuka guna menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

Berita Merdeka Online akan terus melakukan pemantauan dan mengonfirmasi kepada pihak desa maupun instansi terkait agar pemberitaan tetap berimbang, sesuai prinsip check and recheck dalam Kode Etik Jurnalistik. (MH)

Editor: Kang Yana