Samosir, BMonline – Kabupaten Samosir dicanangkan sebagai salah satu dari tiga kabupaten bebas pungli di Sumut. Pencanangan dilakukan pada focus group discussion (FGD) yang bertemakan ” Wisata Danau Toba Nyaman Tanpa Pungutan Liar” di Hotel Samosir Cottage-Tuktuk Siadong Kab. Samosir, 05/03.
Selain Samosir, 2 kabupaten lainnya yaitu Pakpak Barat dan Labuhan Batu Selatan.
Mengawali Sambutannya, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan dirinya berkomitmen “Tiada tempat bagi penjahat di Sumut”. “Hal ini saya buat karena masyarakat sumut semuanya baik, memegang teguh agama dan adat istiadat sehingga tidak ada tempat bagi penjahat” katanya.
Kapolda juga menyampaikan, Jajaran Polda hingga Kapolres Komit untuk memberantas curas, narkoba, penjahat jalanan (begal), hoax di wilayah hukum Polda Sumut.
Dalam pelayanan kepada masyarakat, Martuani Sormin menghimbau agar penyelenggara pemerintah untuk mengindari tindakan-tindakan yang mempersulit masyarakat, termasuk masalah perijinan, apalagi meminta sesuatu (uang) untuk mulusnya suatu urusan. Hal disampaikan untuk mendukung kebijakan presiden RI dalam memberantas Pungli. “Mari tinggalkan catatan buruk tentang mempersulit pelayanan, tolak pungli, bersihkan pungli dan buat jadi sebuah komitmen dan pesan moral kita untuk menjauhi Pungli” ajak Kapolda
Ketiga kabupaten di Sumut sebagai percontohan diingatkan untuk mempersiapkan diri dan mampu menjadi contoh bagi kabupaten/ kota lainnya. Disampaikan bahwa ketiga Kabupaten ini akan diedukasi nantinya untuk menghindari Pungli, apalagi Samosir sebagai daerah wisata agar memberlakukan sesuai tarif kepada pengunjung sehingga para wisatawan merasa nyaman.
Mari ciptakan birokrat yang melayani dengan baik, mulai dari diri sendiri demi masyarakat sumut yang lebih bermartabat dan makmur, tutup Kapolda.
Bupati Rapidin Simbolon, menyambut baik dan mengucapkan trimakasih kepada Kapoldasu yang telah mengikutsertakan Samosir sebagai pilot project bebas Saber Pungli.
Hal ini sangat penting guna meminimalisir pungli di Samosir apalagi Samosir sebagai daerah wisata. Hal ini juga untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Pusat ke Kabupaten Samosir, kata Bupati.
Bupati Samosir juga memaparkan kondisi pembangunan pusat ke Samosir diantaranya pembangunan alur tano ponggol, preservasi dan pelebaran jalan nasional lingkar samosir, pembangunan pelabuhan Ambarita dan peningkatan Pelabuhan Simanindo, pengadaan kapal fery roro ihan batak dan pora-pora, Pembangunan SPAM IKK Simanindo, Jalan wisata perdesaan di objek wisata, program PKH, BPNT serta bantuan kepada lansia, program bedah rumah tidak layak huni, IPA dan IPAL toilet percontohan di Tele dan IPAL pengolahan air, Pembangunan pusat informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti, Pembangunan pasar di Kecamatan.
Lebih lanjut disampaikan masih banyak program pembangunan yang akan dilontarkan pusat ke Kabupaten Samosir. Dengan banyaknya perhatian pusat ke Samosir berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang mengalami kenaikan mencapai 5,18%. PAD meningkat sejak 2016-2019 sekitar 9,7%. Dipercaya bahwa dengan pariwisata juga akan mendongkrak penambahan tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan meningkatnya jumlah kamar hotel untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.(nio)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan