Padang Lawas, Berita Merdeka Online – Aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, Selasa (22/04/2025). Ratusan massa dari berbagai desa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menolak Toba Pulp Lestari (ALARM TPL) turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap rencana kemitraan antara Gapoktan Bukit Mas dan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Kapolres Padang Lawas, AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., turun langsung ke lokasi untuk memberikan himbauan secara humanis. Dalam suasana penuh keakraban, ia menyampaikan pesan kepada massa agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Aksi ini berlangsung di Jalan Lintas Sibuhuan–Sosopan, tepatnya di pintu masuk menuju lokasi lahan rencana perkebunan kayu yang akan dikelola Gapoktan bersama PT TPL. Massa mulai berkumpul sejak pukul 09.00 WIB, dengan estimasi peserta mencapai 400 orang.

Hadir pula dalam pengamanan aksi tersebut sejumlah pejabat penting, seperti Kabag Ops Kompol M. Husni Yusuf, Kasat Intelkam AKP Sahala Harahap, Kasat Reskrim AKP Raden Saleh Harahap, Kasi Propam Iptu G. Harahap, serta Kanit Patroli Ipda Amir Hamzah Siregar. Sementara dari pihak kecamatan hadir Sekretaris Camat Sosopan, Gempur Hasibuan.
Koordinator Lapangan ALARM TPL, Nizam Mawardi Hasibuan, dalam orasinya menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, mereka menolak kemitraan Gapoktan dengan PT TPL karena dinilai telah melanggar kesepakatan sebelumnya yang dibuat pada 27 September 2024, serta berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Kedua, banyak warga mengaku dicantumkan sebagai anggota Gapoktan tanpa sepengetahuan mereka, bahkan tanpa memiliki lahan di wilayah konsesi. Ketiga, mereka menduga kemitraan ini akan mengabaikan prinsip-prinsip perhutanan sosial dan mengarah pada pelanggaran dalam program Agroforestry.
Tuntutan keempat menyebutkan bahwa hingga kini belum ada naskah kerja sama resmi antara Gapoktan dan PT TPL yang diketahui oleh instansi terkait, termasuk PSKL Wilayah Sumatera. Oleh karena itu, massa dengan tegas menolak keberlanjutan kemitraan tersebut.
Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto merespons dengan menyatakan bahwa Polres Palas siap memfasilitasi dialog terbuka antara massa aksi, pihak Gapoktan, PT TPL, dan pemerintah daerah. Ia memastikan bahwa forum mediasi akan dilangsungkan dalam waktu dekat di Mapolres Palas agar semua pihak bisa menyampaikan pendapat dan mencari solusi damai.
Gempur Hasibuan juga menyampaikan kesiapan pihak kecamatan untuk berkoordinasi dengan Bupati Palas agar mediasi segera digelar dan tuntutan masyarakat mendapat tanggapan konkret dari pihak berwenang.
Situasi hingga aksi berakhir tetap kondusif. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menerima jaminan dari Kapolres bahwa aspirasi mereka akan ditindaklanjuti melalui pertemuan resmi lintas lembaga. (Bonardon)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan