Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Sejak tahun 2023 hingga 2025, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian dan revitalisasi bahasa daerah. Komitmen ini membuahkan hasil manis melalui penghargaan Kesatria Bahasa yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025 yang diselenggarakan pada 26–28 Mei 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok.

FTBIN 2025 menjadi momentum penting yang menandai keberhasilan program Revitalisasi Bahasa Daerah di Bengkulu. Melalui kerja sama yang sinergis antara Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Daerah, berbagai kegiatan strategis telah dilaksanakan sejak tahun 2023, seperti pelatihan guru penutur jati, penyusunan bahan ajar bahasa daerah, penyelenggaraan festival bahasa daerah di tingkat provinsi, hingga penguatan peran komunitas dan generasi muda dalam pemertahanan bahasa daerah.
Keberhasilan tersebut mendapat pengakuan nasional dengan diserahkannya penghargaan Kesatria Bahasa oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, kepada Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi atas upaya berkelanjutan yang dilakukan dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Festival FTBIN sendiri menampilkan pertunjukan “Nesia dan Tiga Sahabat Berpetualang di Negeri Garuda” dengan melibatkan 114 anak dari seluruh Indonesia sebagai Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan generasi muda dalam mempertahankan bahasa daerah mereka di tengah arus globalisasi yang kian menggerus budaya lokal.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Mukhsin, dalam sambutannya menekankan pentingnya pewarisan bahasa daerah melalui program revitalisasi, mengingat semakin menurunnya jumlah penutur aktif di berbagai wilayah. Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah turut menyuarakan pentingnya bahasa daerah sebagai fondasi identitas bangsa yang harus dijaga bersama.
Menanggapi penghargaan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa pihaknya siap melanjutkan perjuangan Revitalisasi Bahasa Daerah di tahun 2025 dengan langkah yang lebih luas dan terencana.
“Tahun ini, kami akan menambahkan tiga dialek baru dalam program revitalisasi, Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjangkau lebih banyak komunitas bahasa dan memperkuat jati diri budaya masyarakat Bengkulu,” ujarnya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian bahasa daerah di Provinsi Bengkulu bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan nyata yang terstruktur, terencana, dan berdampak luas. Balai Bahasa Provinsi Bengkulu akan terus melanjutkan kerja kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.



Tinggalkan Balasan