Jakarta, Beritamerdekaonline.com — Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan penguatan daerah merupakan fondasi penting bagi terwujudnya Indonesia yang kuat dan berdaulat. Menurut dia, pembangunan nasional harus menempatkan daerah bukan hanya sebagai penerima kebijakan pemerintah pusat, melainkan sebagai bagian utama dari kekuatan ekonomi, sosial, dan kedaulatan negara.

Penegasan tersebut disampaikan Sultan dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya yang mengusung tema “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat”, Sultan menekankan pentingnya pembangunan yang mampu memperkuat kapasitas daerah sekaligus memastikan pemerataan manfaat pembangunan nasional.
Putra asli Bengkulu sekaligus senator dari Provinsi Bengkulu itu mengatakan Indonesia sejak awal berdiri dibangun atas keberagaman daerah yang dipersatukan dalam negara kesatuan. Karena itu, hubungan pemerintah pusat dan daerah harus dibangun dalam semangat kemitraan, bukan pertentangan.
“Pusat dan daerah bukan dua pihak yang dikotomi, apalagi saling menyalahkan. Keduanya adalah satu tubuh, satu napas, dan satu detak jantung republik,” kata Sultan.
Menurut mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut, DPD RI memiliki posisi strategis sebagai representasi masyarakat daerah di tingkat pusat. Dengan 152 anggota yang mewakili 38 provinsi, DPD RI berkewajiban menjembatani aspirasi daerah dengan pemerintah pusat serta mengawal pelaksanaan kebijakan nasional agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sultan menilai keberhasilan pembangunan nasional pada akhirnya harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat di daerah. Karena itu, agenda pembangunan harus menjangkau seluruh provinsi dan memberikan manfaat hingga tingkat kabupaten, kota, kecamatan, dan desa.
Pembangunan, lanjut dia, juga harus mampu menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil, daerah terluar, daerah tertinggal, serta kawasan perbatasan.
“Setiap agenda pembangunan nasional harus terlaksana di seluruh provinsi, terasa di kabupaten dan kota, berdampak di kecamatan dan desa, menjangkau pulau-pulau kecil, daerah terluar, tertinggal, dan hadir di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Hilirisasi Harus Berdampak ke Daerah
Sultan mengatakan penguatan daerah harus berjalan seiring dengan transformasi ekonomi nasional. DPD RI, kata dia, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, mendorong hilirisasi, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Namun, ia mengingatkan manfaat dari transformasi ekonomi tersebut harus kembali dirasakan masyarakat dan daerah yang memiliki potensi sumber daya.
“Dana Transfer ke Daerah bukan sekadar alokasi anggaran, melainkan instrumen pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan,” katanya.
Menurut Sultan, kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas daerah, terutama untuk memastikan tersedianya layanan dasar dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Sultan juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan kelestarian lingkungan. Melalui gagasan Green Democracy, DPD RI mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan generasi mendatang.
Dalam konteks tersebut, DPD RI akan terus memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, pertimbangan, dan representasi dengan perspektif daerah.
Sejumlah agenda legislasi yang diperjuangkan DPD RI, antara lain RUU Daerah Kepulauan, RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, dan RUU Masyarakat Adat, ditempatkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap keragaman dan kebutuhan daerah.
Sultan menegaskan penguatan daerah tidak berarti melemahkan pemerintah pusat. Sebaliknya, daerah yang memiliki kapasitas ekonomi, pelayanan publik, fiskal, dan tata kelola yang kuat akan memperkokoh fondasi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Daerah kuat, Indonesia berdaulat,” tutup Sultan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan