Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan komitmen institusionalnya untuk mengawal secara langsung berbagai aspirasi strategis dari Pemerintah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Penegasan tersebut disampaikan Sultan usai menerima audiensi Bupati Lebong, Azhari, beserta jajaran di Kantor DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/4).

Dalam pertemuan tersebut, Sultan memastikan bahwa seluruh usulan yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lebong tidak akan sekadar menjadi catatan di atas meja rapat.
Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti poin-poin krusial tersebut ke tingkat kementerian dan lembaga terkait guna memastikan adanya realisasi nyata di lapangan. Sultan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Bupati Azhari yang dinilai tanggap dalam memetakan kebutuhan pembangunan daerah secara terarah.
Sebagai senator yang merepresentasikan daerah pemilihan Bengkulu, Sultan memandang DPD RI memiliki tanggung jawab moral dan politis untuk menjadi jembatan penghubung yang efektif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial agar kepentingan daerah, khususnya yang bersifat mendesak, mendapatkan atensi serius dari pembuat kebijakan di tingkat nasional.
“DPD RI siap menjembatani dan mengawal agar usulan ini segera direalisasikan. Kami ingin memastikan bahwa setiap aspirasi daerah memiliki saluran yang tepat dan membuahkan hasil,” ujar Sultan dengan tegas.
Salah satu fokus substansial dalam diskusi tersebut adalah kelanjutan proyek panas bumi PT PGE Hulu Lais. Proyek ini dipandang sebagai aset strategis bagi ketahanan energi nasional. Sultan menyoroti perlunya akselerasi dalam penyelesaian kendala teknis, terutama terkait proses pengadaan atau sinkronisasi turbin oleh pihak PLN. Ia berharap proyek ini tidak lagi mengalami penundaan yang berlarut-larut karena dampaknya sangat signifikan bagi perekonomian lokal maupun pasokan energi regional.
Selain sektor energi, penguatan infrastruktur layanan kesehatan menjadi prioritas bahasan. Sultan mendukung penuh rencana peningkatan fasilitas di RSUD Lebong. Upaya ini dipandang krusial untuk menjamin pemerataan akses kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah yang sulit dijangkau secara geografis.
Di bidang sosial dan kebencanaan, Sultan memberikan catatan khusus terhadap usulan program bedah rumah sebanyak 100 unit bagi masyarakat prasejahtera. Baginya, pemenuhan hunian layak adalah representasi kehadiran negara dalam meningkatkan taraf hidup warga. Sementara itu, terkait mitigasi bencana, Sultan menekankan pentingnya pengadaan alat berat dan armada pemadam kebakaran baru guna memperkuat respons darurat di wilayah Lebong yang dikenal memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.
Menutup keterangannya, Sultan memastikan bahwa seluruh poin aspirasi ini akan dikomunikasikan secara intensif melalui mekanisme pengawasan di DPD RI. Ia menekankan bahwa birokrasi yang panjang tidak boleh menjadi penghambat bagi percepatan pembangunan di daerah.
“Dengan dukungan penuh dari DPD RI, kami berharap usulan Pemerintah Kabupaten Lebong ini dapat segera dieksekusi oleh kementerian terkait, sehingga manfaat pembangunan tersebut dapat segera dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” pungkas Sultan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan