Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kepolisian Daerah Bengkulu melaksanakan kick off Launching Gerakan Pangan Murah Polri dengan menyalurkan sekitar 20 ton beras SPHP kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan secara serentak di 15 titik di wilayah Kota Bengkulu, Kamis (14/8/2025).

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Target kita hari ini bersama Bulog sekitar antara 20 hingga 30 ton beras SPHP dapat disalurkan. Kita harapkan penyaluran ini tepat sasaran, benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, dan tidak menimbulkan kelangkaan di pasar,” ujar Kapolda Bengkulu di Lapangan Anton Soejarwo, Mapolda Bengkulu.
Beras SPHP juga disalurkan dan dibagikan melalui Polresta Bengkulu dan sejumlah Polsek yang tersebar di wilayah kota. Pelaksanaan di lapangan dilakukan secara serentak untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Selain beras SPHP, kegiatan ini juga menyediakan pasar murah yang menjual minyak goreng dan gula pasir dengan harga di bawah pasar. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual seharga Rp15.500 per liter, sedangkan gula pasir merek Maniskita dibanderol Rp17.500 per kilogram.
Salah satu warga Kelurahan Kandang Mas, Kota Bengkulu, Mujiharti (45), mengungkapkan rasa syukurnya atas program yang digagas oleh Polri tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan yang dilakukan Polri ini bisa meringankan beban di dapur, khususnya untuk beras, minyak, dan gula. Harganya jauh lebih murah. Kalau di sini (pasar murah) beras SPHP Rp60.000 per karung, di pasaran biasanya sekitar Rp67.000 hingga Rp70.000,” tutur Mujiharti sambil membawa satu karung beras.
Gerakan Pangan Murah yang digelar Polri ini juga bertujuan mengendalikan inflasi daerah. Dengan menyediakan bahan pokok secara langsung kepada masyarakat, diharapkan harga di pasar dapat lebih terkendali, sekaligus memutus rantai distribusi yang berpotensi menimbulkan kenaikan harga.
Dengan penyaluran 20 ton beras SPHP dan komoditas lainnya melalui Gerakan Pangan Murah, diharapkan beban pengeluaran masyarakat dapat berkurang. Program ini juga menjadi langkah nyata Polri dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasar.

Tinggalkan Balasan