SEMARANG, Berita Merdeka Online — DPRD Kota Semarang mengapresiasi peluncuran bus listrik Trans Semarang sebagai langkah mendorong transportasi umum yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan armada berbasis listrik dinilai dapat mendukung upaya Kota Semarang menuju konsep Green Evolution.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Semarang Mararas Apuwara. Menurutnya, kehadiran bus listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi umum, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari sektor transportasi.
“Dengan di-launching-nya bus listrik kemarin, harapan kami Kota Semarang makin terakomodir untuk transportasi umumnya, lebih nyaman untuk warga,” kata Mararas, Kamis (24/9/2026).
Menurut politikus Partai Golkar tersebut, penggunaan bus listrik juga berpotensi memberikan efisiensi dari sisi pemeliharaan dan operasional armada. Penghematan tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi pengelolaan transportasi umum di Kota Semarang.
“Maintenance dan operasionalnya lebih murah, lebih irit sehingga kita bisa sangat menghemat,” ujarnya.
Selain efisiensi operasional, Mararas menyoroti penggunaan energi listrik sebagai upaya mengurangi emisi dari kendaraan transportasi umum.
“Termasuk emisinya juga, dia kan sudah listrik. Jadi hampir zero waste untuk emisinya,” katanya.
Dia berharap pengembangan transportasi berbasis listrik dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak layanan publik di Kota Semarang yang menggunakan energi lebih ramah lingkungan.
“Ke depan ini Kota Semarang adalah Kota Green Evolution, Green Energy itu insyaallah akan terwujud. Salah satunya dengan bentuk adanya transportasi umum dengan tenaga listrik,” ujar Mararas.
Bus listrik Trans Semarang sebelumnya diluncurkan Pemerintah Kota Semarang pada peringatan Hari Perhubungan Nasional di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan pihaknya menargetkan 27 unit bus listrik tersedia pada awal November 2026. Sebanyak 25 unit akan digunakan untuk operasional dan dua unit sebagai cadangan.
“Hingga Rabu (23/9), baru dua unit bus listrik yang diproduksi. Penambahan armada akan dilakukan secara bertahap setiap pekan selama Oktober,” jelasnya.
Untuk tahap awal, bus listrik akan melayani Koridor 1 dengan rute Terminal Mangkang-Penggaron pulang-pergi. Koridor tersebut dipilih karena sebagian besar jalurnya relatif landai dan dinilai sesuai dengan karakteristik bus listrik.
Kehadiran armada tersebut menjadi bagian dari pengembangan transportasi publik berbasis energi listrik di Kota Semarang.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan