Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou resmi menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bengkulu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Rabu (07/1/2026). Kerja sama ini difokuskan pada program pemagangan dan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja bidang keperawatan yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Direktur LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa perencanaan MoU sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 2025, namun pelaksanaannya mengalami penyesuaian jadwal karena keterbatasan hari kerja pada bulan Desember.
“Alhamdulillah, hari ini kami dapat melaksanakan MoU. Perencanaan ini sudah dimulai sejak akhir tahun 2025, tetapi karena banyak hari libur di bulan Desember, jadwalnya bergeser ke Januari 2026. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh pihak Panti Sosial Tresna Werdha maupun Dinas Sosial Provinsi Bengkulu,” ujar Afrianto, di ruang kerja Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu.
Pada tahap awal kerja sama ini, LPK Kaizu Hamagi Gakkou menyiapkan 20 peserta magang, yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Peserta laki-laki umumnya berasal dari latar belakang pendidikan kesehatan, sementara peserta perempuan berasal dari berbagai latar belakang, baik kesehatan maupun nonkesehatan.
Afrianto menjelaskan bahwa seluruh peserta tersebut telah lulus penempatan kerja di bidang keperawatan. Melalui program magang di Panti Sosial Tresna Werdha, para peserta dipersiapkan agar lebih matang sebelum bekerja di Jepang, terutama dalam hal keterampilan praktik, sistem kerja, dan bahasa.
“Kami ingin mempersiapkan mereka agar lebih siap menghadapi perbedaan sistem dan bahasa di Jepang. Pembelajaran bahasa dan budaya dilakukan di LPK, sedangkan praktik lapangan dilaksanakan di panti sosial. Dengan demikian, mereka dapat membuktikan bahwa tenaga kerja asal Bengkulu memiliki kualitas dan mampu bersaing,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya membawa nama LPK, tetapi juga nama baik Provinsi Bengkulu. Diharapkan, peningkatan kualitas tenaga kerja dapat menarik minat Jepang untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja Indonesia, khususnya di bidang perawatan, sehingga dapat membantu menekan angka pengangguran.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali bahasa, budaya, serta tata krama. LPK Kaizu Hamagi Gakkou telah menyediakan kelas khusus bagi calon tenaga kerja perawat Jepang, yang diperkuat dengan praktik langsung melalui program magang di Panti Sosial Tresna Werdha.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai program ini sebagai langkah positif.
“Pagi ini kita melakukan kerja sama dengan LPK Kaizu Hamagi Gakkou. Mereka ingin bekerja sama untuk memfasilitasi mahasiswa atau peserta didik yang akan bekerja ke Jepang, khususnya melalui Panti Sosial Tresna Werdha di Pagar Dewa. Ini sangat positif karena turut membantu pelayanan bagi para lanjut usia di panti,” kata Swifanedi.
Ia menambahkan bahwa selama ini program magang di panti umumnya hanya berlangsung pada pagi hingga sore hari. Dengan kerja sama ini, sistem pelayanan akan disesuaikan dengan pola kerja pagi, siang, dan malam, sehingga peserta magang dapat memahami kondisi kerja secara menyeluruh.
Menurut Swifanedi, kerja sama ini merupakan yang pertama dilakukan Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dengan LPK terkait program pemagangan ke Jepang. Ia berharap ke depan kerja sama ini dapat berkelanjutan dan bahkan menghadirkan perwakilan dari Jepang untuk melihat langsung proses pembinaan dan magang di Bengkulu.
“Harapannya, pihak Jepang dapat melihat langsung bagaimana proses magang di sini. Apa yang diterapkan di Bengkulu bisa dibawa dan diterapkan di Jepang. Dengan begitu, kualitas tenaga kerja yang kita kirim benar-benar siap dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan