SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang melaksanakan aksi sosial peduli korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang yang meletus pada 4 Desember 2021 dengan penggalangan dana yang dihimpun dari RT/RW se-Kelurahan Tegalsari.
H. Kartiman, ketua LPMK Kelurahan Tegalsari saat ditemui awak media, Jumat (28/1) menjelang persiapan keberangkatan menuju lokasi tujuan di Lumajang, Jawa Timur mengatakan, bahwa bantuan dari warga Kelurahan Tegalsari yang dihimpunnya merupakan bantuan suka rela yang dikumpulkan melalui RT, dihimpun ke RW dan disetorkan ke Kelurahan untuk diketahui Lurah.
“Jadi aksi sosial peduli korban erupsi Gunung Semeru ini digalang secara suka rela dari warga melalui ketua RT dan RW. Berapapun nilai uang yang diberikan ditampung dan semuanya akan diberikan langsung kepada korban di sana (Lumajang),” jelas Kartiman.
Dari 13 RW yang ada di Kelurahan Tegalsari dapat terkumpul bantuan sebesar Rp 27.857.000 yang akan diserahkan secara langsung ke BPBD Kabupaten Lumajang sebagai koordinator bantuan penanggulangan korban bencana erupsi Gunung Semeru.
“Kita akan berangkat ke Lumajang bersama Lurah Tegalsari, Sri Sumarni, S.Sos. M.A, dan beberapa perwakilan ketua RW untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada koordinator penanggulangan bencana (BPBD) Kabupaten Lumajang,” ucap Kartiman.
Menurut Kartiman, penyerahan bantuan yang akan diserahkan secara langsung ini, merupakan wujud empati sesama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengalami musibah bencana alam dan agar dapat menumbuhkan sikap kepedulian sosial kepada sesama anak bangsa.
Sementara itu Camat Candisari, Moeljanto, SE, MM, sangat mengapresiasi dengan apa yang dilaksanakan oleh warga Kelurahan Tegalsari yang dikoordinir oleh LPMK melalui Ketua RT dan RW setempat.
“Kami sangat terharu dan mengapresiasi atas apa yang dilaksanakan oleh LPMK Tegalsari bersama RT/RW dengan tergeraknya kesadaran masyarakat untuk bergotongroyong, menumbuhkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan atas musibah yang menimpa saudara-saudaranya di lain tempat, tidak hanya di Kota Semarang saja dengan menggalang bantuan untuk diserahkan kepada yang tertimpa musibah,” kata Moeljanto melalui telpon seluler, Jumat (28/1).
Lebih lanjut Moeljanto menjelaskan, justru inisiatif untuk membantu kepada sesama ini muncul dari warga sendiri yang menanyakan kepada Ketua LPMK, kapan dimulai mengumpulkan donasi dari warga untuk membantu sesama.
“Untuk di Kecamatan Candisari memang saya baru melihat di Kelurahan Tegalsari yang seperti ini. Mudah – mudahan ini menjadi model atau teladan untuk ditiru oleh kelurahan lainnya dalam menumbuhkan gotongroyong, perikemanusiaan dan rasa empati terhadap penderitaan kepada saudara-saudaranya yang tertimpa bencana meskipun itu di luar Kota Semarang,” tutur Moeljanto.
“Pihaknya akan mendukung dan membantu sepenuhnya jika nantinya kegiatan tersebut dapat melembaga dan akan dibantu oleh perangkat-perangkat lainnya,” imbuh Camat. (Lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan