SURABAYA, Berita Merdeka Online – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melakukan kunjungan benchmarking ke LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) sebagai langkah memperkuat pengelolaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Fokus utama kegiatan ini meliputi peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hilirisasi hasil riset, hingga pengembangan hak kekayaan intelektual (HKI).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi LPPM Unwahas dalam menata sistem kelembagaan agar lebih responsif terhadap kebijakan pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan akreditasi dan pemeringkatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui benchmarking, kedua institusi saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan lembaga penelitian yang profesional dan terintegrasi.
Selain memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama, pertemuan ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi program riset dan pengabdian, sekaligus mendorong tata kelola LPPM yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Rombongan LPPM Unwahas dipimpin Ketua LPPM, Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., bersama sejumlah pimpinan bidang, di antaranya Kepala Bidang Penelitian dan Hilirisasi Apt. Ayu Sabrina, S.Farm., M.Farm., Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat M. Fatchurrohman, S.HI., M.E., serta Kepala Bidang Publikasi Jurnal dan Kekayaan Intelektual Linda Indiarti Putri, S.Pd.I., M.Pd.
Kehadiran delegasi disambut langsung Ketua LPPM UNUSA Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D beserta jajaran pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Agus Riyanto menekankan pentingnya pembenahan tata kelola kelembagaan secara menyeluruh.
LPPM Unwahas saat ini tengah mendorong integrasi program penelitian, pengabdian, publikasi, dan hilirisasi ke dalam satu sistem manajemen yang transparan dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti perlunya skema hibah internal yang tepat sasaran serta selaras dengan peta jalan universitas dan kebutuhan riil masyarakat.
Unwahas juga menargetkan peningkatan mutu luaran Tridharma melalui penguatan publikasi ilmiah, peningkatan peringkat SINTA dan Scopus, serta percepatan akreditasi jurnal.
Upaya tersebut didukung kebijakan insentif bagi pengelola jurnal dan dosen peneliti, termasuk optimalisasi anggaran berbasis capaian luaran.
Selain itu, pengembangan hilirisasi riset melalui inkubator bisnis dipandang penting agar hasil penelitian dapat memberikan nilai ekonomi dan sosial.
Sementara itu, Ketua LPPM UNUSA Achmad Syafiuddin menegaskan bahwa UNUSA terus mendorong internasionalisasi Tridharma melalui kolaborasi strategis dan tata kelola hibah yang kuat.
Menurutnya, luaran penelitian harus terukur, mulai dari publikasi bereputasi internasional, perolehan HKI, hingga program hilirisasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Penguatan jurnal terakreditasi, peningkatan publikasi global, serta program KKN internasional juga menjadi perhatian utama dalam membangun reputasi akademik.
Diskusi yang berlangsung turut membahas berbagai isu strategis, antara lain pengelolaan hibah penelitian dan pengabdian internal, pengembangan skema riset berdampak, peningkatan mutu jurnal dan sistem publikasi, pemberian insentif akademik, penguatan desa binaan berkelanjutan, hingga integrasi hasil riset dengan sektor usaha dan industri.
Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama lintas bidang di tingkat universitas.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unwahas dan LPPM UNUSA berharap dapat merumuskan model kolaborasi yang aplikatif untuk diterapkan dalam program kerja masing-masing.
Sinergi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama diharapkan mampu memperkuat kontribusi kampus dalam menghasilkan riset unggulan, pengabdian yang berdampak luas, serta inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan masyarakat. (Mualim)




Tinggalkan Balasan