Jakarta, Berita Merdeka Online – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar perhelatan budaya dan keagamaan bertajuk Bedug Kolosal pada malam Idulfitri 1447 Hijriah atau H-1 Lebaran 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Silang Monas dan akan dimeriahkan dengan pawai obor yang melibatkan masyarakat.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/3/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Bedug Kolosal menjadi bagian dari tradisi tahunan yang menggabungkan unsur religi dan budaya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memeriahkan malam takbiran.
“Kegiatan Jakarta Bedug Kolosal Malam Idulfitri 1447 H adalah event budaya dan keagamaan dalam rangka menyambut malam Idulfitri, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Pawai obor akan dimulai dari Silang Monas sebagai titik awal dan berakhir di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Rute yang dilalui meliputi sejumlah jalan protokol utama, seperti Jalan M.H. Thamrin dan kawasan Bundaran Bank Indonesia.
Rangkaian acara ini diprediksi akan menarik perhatian ribuan warga dan wisatawan yang ingin merasakan suasana malam takbiran di ibu kota.
Seiring dengan pelaksanaan kegiatan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di pusat kota. Sejumlah ruas jalan utama akan dialihkan sementara selama acara berlangsung.
Beberapa ruas yang terdampak antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Imam Bonjol, hingga sejumlah jalan penghubung di kawasan Kebon Kacang dan Teluk Betung.
Pengendara diimbau untuk menghindari jalur tersebut dan menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan, baik dari arah Harmoni menuju Semanggi maupun sebaliknya. Selain itu, jalur alternatif juga disediakan bagi kendaraan dari arah Gondangdia ke Tanah Abang dan dari Tanah Abang menuju Stasiun Gambir.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama mengikuti kegiatan. Selain itu, pengendara diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.
Kegiatan Bedug Kolosal ini tidak hanya menjadi simbol syiar Islam, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan dan tradisi di tengah masyarakat perkotaan. (Heru Hermawan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan