Merangin, Jambi | BeritaMerdekaOnline.Com — Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua bahwa aktifitas penambangan emas tanpa ijin (peti), aktifitas tersebut terkesan begitu sulit diberantas Aparat Penegak Hukum (HPH). Berbagai macam cara ditempuh Aparat Penegak Hukum (APH) agar aktifitas tersebut bisa berhenti total dan STOP total (100%) seratus persen.

Tidak sedikit nyawa pekerja (peti), yang melayang karena kecelaka’an sa’at beraktifitas, dan tidak sedikit pula masyarakat/pekerja (peti) yang ditangkap aparat penegak hukum dan di jebloskan ke dalam penjara, namun fakta dan nyatanya, aktifitas (peti) di kabupaten merangin provinsi jambi terpantau wartawan media ini masih terus berjalan dan lancar-lancar saja hingga hari ini Minggu 02/April 2023.

Sala-satu ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Merangin ini bercerita dihadapan wartawan media Berita Merdeka Online kalau suaminya sa’at ini mendekam didalam penjara, karena ketangkap aparat penegak hukum sa’at ada razia Dompeng/peti beberapa bulan lalu.

“entahlah mas nasip anak-anak dan ibu rumah tangga yang suaminya senasip dengan saya ini, di tengah-tengah sulitnya mencari ekonomi untuk bertahan hidup berjuang tanpa seorang suami, ” Kata IRT itu,

suami saya ketangkap polisi karena kerja Dompeng sudah beberapa bulan lalu, infonya sempat mau diurus dan ditebus tapi tidak bisa, ya.. akhirnya harus jalani didalam penjara, akhirnya pisah dengan anak dan istri, “imbuh IRT sambil melamun dan menangis.

padahal kata suami saya sudah bayar uang keamanan perbulan apa perminggu gitu loh sama oknum aparat.. ah mas ini pura-pura gaktau lingkup perdompengan saja,, “kata IRT kepada wartawan.

aneh ya mas.. yang kerja di tangkap tapi bos atau pemilik modal atau mesin Dompeng tidak ditangkap, tapi katanya mau memberantas aktifitas ilegal peti, nyatanya saya belum pernah baca berita-berita Online di Merangin ini bos/pemilik Dompeng/tambang peti yang tertangkap, walaupun anak buahnya yang kerja sudah ketangkap, paling-paling bosnya cuman masuk daftar buron atau DPO sebentar setelah itu ya dingin gak ada tindak lanjutnya lagi,.”lanjut IRT itu sambil nada sedikit emosi.

Mungkin hari raya idul Fitri besok ini gak bisa ngumpul sama bapaknya anak-anak lah mas.. kadang saya kalau ingat masalah perdompenganini rasanya pingin nangis yang kencang dan geram dengan hukum di negara kita ini, rakyat kecil terus yang di jadikan tumbal, saya hanya berdo’a agar oknum-oknum aparat yang dibalik semua aktivitas peti ini cepat ada yang melaporkan dan di proses secara hukum biar adil, “tutup IRT.

Dan hingga berita ini diterbitkan wartawan media ini belum sempat mengonfirmasi pihak aparat yang terkait untuk informasi yang didapatkan wartawan di lapangan.

Penulis : Moh Basori