BREBES, Berita Merdeka Online – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (20/2/2026), sebagai langkah awal kesiapan pengamanan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.
Dalam arahannya, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran satuan fungsi hingga tingkat Polsek untuk meningkatkan kehadiran dan tindakan preventif di lapangan, khususnya dalam mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) yang berpotensi meningkat selama bulan suci.
“Kita tidak ingin Ramadhan ternoda oleh aksi-aksi kriminalitas. Saya minta seluruh jajaran lebih banyak aksi di lapangan, bukan sekadar arahan. Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.
Polres Brebes telah memetakan sejumlah potensi kerawanan yang menjadi prioritas pengamanan, di antaranya:
1. Pemberantasan minuman keras dan perjudian
Penindakan terhadap peredaran miras ilegal serta praktik perjudian, baik konvensional maupun daring.
2. Antisipasi kejahatan jalanan
Penertiban balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong), serta peredaran dan penggunaan petasan berbahaya.
3. Kejahatan konvensional
Pengawasan dan penindakan terhadap tindak pidana pencopetan, hipnotis (gendam), premanisme, serta pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
4. Potensi konflik sosial
Pencegahan tawuran remaja dan fenomena “perang sarung” yang kerap meresahkan masyarakat saat Ramadhan.
Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menjaga keamanan wilayah. Menghadapi dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi nasional, menurutnya, stabilitas kamtibmas menjadi prasyarat utama terjaganya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) melalui ronda malam sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Selain fokus pada pemberantasan penyakit masyarakat, kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan aktivitas di pusat perbelanjaan, pasar tumpah, serta terminal. Kesiapan jalur mudik yang melintasi wilayah hukum Kabupaten Brebes turut menjadi bagian dari strategi pengamanan terpadu.
Di akhir arahannya, Kapolres menyampaikan pesan humanis terkait pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Indonesia adalah bangsa yang heterogen. Tugas kita adalah menyamakan persepsi agar tujuan besar kita, yaitu Brebes yang aman, tertib, dan harmonis selama bulan suci, dapat terwujud,” ujarnya.
Rakor lintas sektoral tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri atas unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kapolsek, danramil, kepala desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini menjadi titik awal dimulainya rangkaian operasi pengamanan kewilayahan guna memastikan masyarakat Muslim di Kabupaten Brebes dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (Wawan Bambang AK)




Tinggalkan Balasan