Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com — “Semenjak pemberitaan terkait kegiatan MTQ XXXVI tahun 2024 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Arga Makmur Bengkulu Utara (BU), Tingkat Provinsi Bengkulu, yang gencer media ini ekspos, kali ini Publik kembali bertanya-tanya atas pindahnya Akhmad Nuryukha Fitri dari jabatan Kabag Kesra di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara.”

“Seperti sebelumnya pernah dikonfirmasi media ini Akhmad Nuryukha Fitri saat menjabat Kabag Kesra Pemkab BU, sebelumnya terlihat dengan gerak gerik mencurigakan, ketika saat itu berpapasan dengan wartawan media ini mengatakan saya lagi buru-buru katanya barusan ditelphone ingin memenuhi panggilan, namun media ini meminta waktu sebentar dalam waktu obrolan singkat terucap spontan dalam obrolan itu diduga Kabag Kesra BU, memenuhi panggilan APH.”

“Atas informasi yang terucap, berikut juga percakapan media ini dengan R selaku bawahan yang berlangsung di ruang kerja atas perintah Akhmad Nuryukha Fitri beberapa waktu lalu ingin memberikan sesuatu, sepertinya ada hal yang mencurigakan dan berusaha ditutup-tutupi. Bukan hanya itu diketahui Akhmad Nuryukha Fitri pada September 2025 sudah tidak lagi menjabat sebagai Kabag Kesra Pemkab Bengkulu Utara, dimana posisi Akhmad Nuryukha Fitri digantikan oleh Darlianyah, S.Pd, M.Si sebagai Kabag Kesra.”

Mutasi Kabag Kesra Bengkulu Utara di tengah sorotan anggaran MTQ Provinsi Bengkulu

“Kepala BKPSDM BU melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan SDM, Muchsinin Azshabat, S.IP dikonfirmasi media ini membenarkan bahwasanya Akhmad Nuryukha Fitri Kabag Kesra Pemkab Bengkulu Utara, sudah digantikan (mutasi- red) digantikan oleh Darlianyah, S.Pd, M.Si dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bengkulu Utara. Untuk Eks. Kabag Kesra Bengkulu Utara, Akhmad Nuryukha Fitri dimutasi ke SD Negeri 04 Kota Arga Makmur BU.”

“Fungsional guru. Jika ditanya ya mungkin Akhmad Nuryukha Fitri mengajar di SD N 04 Arga Makmur BU sebagai guru. Lebih lanjut dicerca terkait alasan apa pindahnya Kabag Kesra BU, Muchsinin enggan berkomentar lebih jauh malah sebaliknya mengatakan perbedaan, dimana bedanya fungsional guru untuk masa kerja sebagai guru jauh lebih panjang di usia sampai 60 tahun, sebaliknya kalau di struktural Asn itu masa kerjanya di usia 58 tahun. Tutup Kabid PP SDM BKPSDM BU. Kamis (18/12/2025.

“Terpisah seperti diketahui di sebelumnya Pemkab BU dalam hal ini bagian Kesra juga mengaggarkan untuk kegiatan MTQ di Bengkulu Utara bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namum, anggaran tersebut diambil dari sub kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Bina Mental Spiritual dengan sebesar Rp. 5. 872.905.100 miliar, yang menjadi pertanyaan apakah diduga tidak tumpang tindih dan apa dasar hukum, seperti Perbub atau aturanya, kenapa bisa nyomot (ngambil -red) dari anggaran tersebut, sedangkan di OPD Dinas Pendidikan (Disdik) BU, untuk MTQ tingkat Provinsi ada anggaran persiapan untuk kegiatan MTQ tersebut.

“Berikut anggara MTQ yang diambil dari sub kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Bina Mental Spiritual Kesra BU diantaranya :

1). Striker MTQ harga perbuah 10.000, 10.000×5000 Rp. 50.000.000.
2). Belanja suvenir dan cindramata MTQ Rp. 36.000.000.
3). Kalung bunga harga perbuah 500.000, 500.000×15 Rp. 7.500.000.
4). Piala harga perbuah 1.500.000, 1.500.000×50 Rp. 75.000.000
5). Bendera umbul-umbul harga perbuah 150.000, 150.000×250 Rp. 37.500.000.
6). Bahan baku MTQ tingkat Provinsi Rp. 150.000.000.
7). Atk training center, dan atk kafilah MTQ BU Rp 150.000.000.
8). Cetak piagam Rp. 10.000.000.
9). Cetak baliho MTQ Rp. 22.242.000.
10).Cetak spanduk MTQ Rp. 100.000.000.
11). Bahan bakar dan pelumas Rp. 57.200.000.
12). Kopi bubuk Rp. 54.000.00.
13). Syal jemaah haji, harga perlembar 158.000, 158.000×250 Rp. 39.500.000.
14) Syal kafilah harga perlembar 100.000, 100.000×800 Rp. 80.000.000.
15). Makan Minum (Mami) rapat Rp. 5.775.000 dan MaMi JM Tamu Rp. 496.100.000.
16). Pakaian penari kolosal harga perlembar 400.000, 400.000×200 Rp. 80.000.000.
17). Pakaian forkompimda harga perlembar 1.000.000, 1.000.000×10 Rp. 10.000.000.
18). Belanja baju batik harga perlembar 450.000, 450.000×250 Rp. 112.500.000.
19). Belanja baju batik kafilah BU harga perlembar 450.000, 450.000×97 Rp. 43.650.000.
20). Belanja baju batik panitia MTQ harga perlembar 450.000, 450.000×265 Rp. 119.250.000.
21). Pakaian kaos peserta tc BU harga perlembar 100.000, 100.000×174 Rp. 17.400.000.
22). Pakaian jas stel kafilah BU harga perlembar 1.000.000, 1.000.000×97 Rp. 97.000.000.
23). Honorarium official, pelatih dan peserta training center MTQ, Peserta Rp. 261.000.000, Official Rp. 22.500.000, pelatih kab Rp. 36.000.000, kemudian pelatih prov Rp. 72.000.000 dan lainya.
24). Belanja hadiah lomba masjid 19 paket 10.600.000×19 Rp. 201.400.000.
25). Belanja jasa yang diberikan kepada masyarakat, spesifikasi : Kafilah MTQ kab. BU 500.000 perorang, 406×500.000 Rp. 203.000.000. Kemudian belanja hibah dan lainya.

“Terkait hal tersebut diatas, Eks. Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemkab Bengkulu Utara, Akhmad Nuryukha Fitri belum dapat dikonfirmasi ditempat baru dirinya bekerja di SDN 04, sepertinya menghindar dari kejaran wartawan dan juga melakukan pemblokiran nomor handphone, begitu juga Sekda H. Fitriyansyah, SSTP, MM selaku Pengguna Anggara (PA) pada kegiatan tersebut, sudah beberapa kali mencoba konfirmasi tidak ditempat, dengan alasan masih mengikuti seleksi lelang Sekretaris Daerah di Provinsi Bengkulu. Ujar sumber tidak ingin dikutip namanya kepada media ini terkait Sekda BU mengituti proses lelang. (Yapp)