Merangin, Jambi | BeritaMerdekaOnline.Com — Maraknya tambang emas ilegal (peti) di wilayah kabupaten merangin provinsi Jambi ternyata banyak oknum yang bermain peti sehingga pemberantasan aktifitas peti terkesan sulit dihentikan,.
Terpantau dengan wartawan media ini ada satu bos tambang emas ilegal (peti) yang jenis Lanting/Dompeng Rakit, informasi yang di himpun wartawan media ini, Bos peti tersebut Mengaku dirinya berprofesi Wartawan dan bekerja di salah satu media Online di kabupaten Merangin. Sehingga mesin Dompeng Rakit ia masih Eksis beroperasi hingga hari ini di desa lantak seribu A3, kecamatan Renah Pamenang, kabupaten merangin provinsi Jambi.
Pasalnya Budi Surahmad Salah satu Bos tambang emas ilegal (peti) di desa lantak seribu A3, terkesan kebal hukum dan menantang aparat penegak hukum sehingga tidak tersentuh aparat sa’at menjalankan razia penertiban peti, terbukti Budi Surahmad yang mengaku dirinya berprofesi Wartawan itu memiliki (Dua 2) set Dompeng Rakit yang dioprasikan dibawah jembatan panjang desa lantak seribu A3.
“Iy itu mesin rakit milik Budi Surahmad yang lagi bekerja, kata salah satu masyarakat yang ditanya wartawan di sekitaran mesin itu bekerja.
Ditegaskan lagi dengan masyarakat lainnya yang sempat di tanya wartawan media ini bahwa mesin Dompeng Rakit tersebut milik Budi Surahmad.
“Yang (dua 2) set Dompeng Rakit di bawah jembatan itu milik Budi Surahmad katanya sih dia itu wartawan makanya mesin dia aman aman saja bekerja sampai hari ini,” tegas warga setempat yang di tanya wartawan media ini, Selasa 11 April 2023.
“Kalau Mesin Budi itu gak bakalan di tangkap dengan polisi mas soalnya Budi itukan banyak temannya wartawan dan aparat kepolisian, faktanya dari dulu hingga kini (dua 2) set mesin nya aman-aman saja sampai sekarang.”tutup warga desa lantak seribu A3.
Ditempat terpisah wartawan media ini pun mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui via WhatsApp pribadinya 0822-8932-×××× dengan maksud mengonfirmasi informasi tersebut namun lagi dan lagi telpon via WhatsApp wartawan tersebut tidak di angkat, hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum bisa di wawancarai wartawan media ini.
Penulis : Moh Basori




Tinggalkan Balasan