Kedung Mlaten, Berita Merdeka Online — Padi merupakan komoditas tanaman yang sudah sejak berabad abad dan telah di budidayakan oleh kalangan petani terutama di Indonesia. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi ini akan selamanya di butuhkan karena padi merupakan tanaman penghasil beras guna untuk kebutuhan konsumsi makanan dan kebutuhan nutrisi bagi semua umat manusia.
Usaha budi daya tanaman padi membutuhkan beberapa tahapan yaitu Penyemaian, Penanaman , perawatan dan Sampai tiba waktu yang paling di tunggu yaitu masa Panen

Senin 27 Februari 2023 secara tidak sengaja, pewarta yang berada di Dusun gedung bedog desa Kedung Mlaten melihat puluhan petani yang sedang melakukan aktivitas mengolah hasil panen, Aktifitas para petani yang terlihat riang gembira ini menggerakkan hati pewarta untuk melihat dan belajar bagaimana petani dapat bertahan dalam masa sulit dan bagaimana petani menikmati hari-hari di masa-masa yang sulit dampak dari adanya pandemi covid 19.
Sdr SEGER, 40 Tahun Salah satu Warga Dusun Kedung Bedog yang di temui Awak Media di Lokasi Pekerjaan menceritakan panjang lebar tentang kehidupan Petani di Desanya. Pesannya, “KALAU MAU BAHAGIA BELAJAR DARI PETANI” Ucap Sdr SEGER
Ada yang menarik dari kalimat Sdr SEGER tersebut sehingga awak media mencoba mendalami apa maksud dari ucapannya tersebut. Lebih lanjut Sdr SEGER menjelaskan, dari petani kita bisa meneladani beberapa hal diantaranya :
Pertama, petani adalah pemberani yang tidak pernah menyerah dalam berusaha tani oleh berbagai macam musibah, baik karena musim yang tidak ramah, serangan hama penyakit maupun harga hasil panen yang tidak sesuai.

Kedua, petani itu penyabar yang mampu mengendalikan diri, tidak mudah putus asa dan mengedepan musyawarah sesama petani ketika menghadapi masalah salah satu contoh yang saat ini di alami petani yaitu mengatasi Hama Tikus.
Ketiga, petani itu perekat kerukunan dan kekeluargaan di pedesaan karena selalu berpegang pada ungkapan, rukun agawe santosa.

Keempat petani itu sederhana, bloko suto lan ora neko neko (terbuka dan tidak main – main), bahasanya mudah dipahami, tidak berbelit belit, ramah,jujur dan pemaaf tidak mudah dendam, tidak suka menebar fitnah , memiliki kepedulian sosial yang tinggi suka berbagi, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi.
Kelima yang paling penting petani itu adalah sosok yang relegius setiap aktivitasnya selalu menyertakan kekuatan langit dan menyakini sepenuhnya segala ikhtiar hasil akhirnya kekuasaan Allah (kersaning Gusti).Ujar Sdr SEGER
Di saat musim pandemi di mulai awal 2021 sampai dengan saat ini petani di desa kami tidak begitu merasakan dampak dari pandemi tersebut aktivitas para petani di sawah membuat timun tubuh dan kesehatan petani tetap terjaga sehingga Alhamdulillah selama masa pandemi warga desa kami tidak ada yang terkena Covid 19 dan selama masa Pandemi petani dapat bertahan dalam masa sulit tersebut dengan cara tetap konsisten dan fokus dengan pekerjaannya sehingga pandemi yang terjadi tidak menjadi beban dalam kehidupan sehari- hari begitulah petani di desa kami menikmati hari -harinya tetap pokus dengan pekerjaan hidup sederhana, selalu bersyukur dan tidak banyak menyibukan diri dari hal – hal di luar pekerjaannya. Ujar Sdr SEGER.
Sementara itu secara umum hasil panen padi rata – rata dalam luas lahan 100 Ru dapat menghasilkan 800 sampai dengan 1000 Kg Gabah dengan harga saat ini rata – rata Rp. 4.200 / Kg sementara itu hasil panen hari ini kata Sdr SEGER luas lahan 600 RU Dan dapatkan Hasil 5.000 Kg
Sementara itu keluhan Petani saat ini harga Padi Masih masih tergolong Rendah dan susahnya mendapat pasukan Pupuk membuat Petani harus pandai – pandai mengatur masa pemupukan Padi.
Pewarta : M. Adil Syahputra
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan