Bengkulu Tengah, Beritamerdekaonline.com – Di tengah gempuran modernitas yang kian menggerus penggunaan bahasa ibu di kalangan generasi muda, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu mengambil langkah strategis untuk memperpanjang napas kekayaan lisan nusantara. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Bengkulu, upaya pelestarian bahasa daerah kini difokuskan pada penguatan kapasitas tenaga pendidik di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di SDN 15 Bengkulu Tengah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin (6/4) hingga Rabu (8/4). Sebanyak 20 peserta yang merupakan “ujung tombak” pendidikan di daerah tersebut hadir dengan antusiasme tinggi. Mereka terdiri atas kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, guru muatan lokal, guru pendidikan seni, serta perwakilan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP. Tidak ketinggalan, para pengawas sekolah juga dilibatkan guna memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.A.P. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan wadah nilai-nilai luhur masyarakat.
”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Bengkulu. Revitalisasi melalui dunia pendidikan adalah jalur yang paling efektif. Kami berharap para peserta dapat menyerap ilmu dengan maksimal agar mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Erriyanto di hadapan para peserta yang didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A.
Selama tiga hari intensif, para guru dibekali dengan materi yang dirancang untuk mengubah paradigma pembelajaran bahasa daerah dari yang semula dianggap membosankan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Narasumber ahli di bidangnya memaparkan materi komprehensif, mulai dari teknik menulis cerpen dan puisi bahasa daerah, hingga seni menulis dan membaca Aksara Ulu yang mulai langka.
Tak hanya itu, aspek performatif juga menjadi sorotan. Para peserta dilatih dalam seni mendongeng, pidato bahasa daerah, hingga komedi tunggal (stand-up comedy) dalam bahasa lokal. Pendekatan kreatif dan inovatif ini diharapkan mampu menarik minat peserta didik generasi Z dan Alpha untuk kembali mencintai bahasa asal mereka.
Andriana Yohan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Target utamanya adalah menjadikan guru utama sebagai agen pelestarian. Diharapkan, sekembalinya ke sekolah, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menghasilkan produk kreatif berbasis bahasa daerah.
”Keberlangsungan bahasa daerah bergantung pada kemauan generasi muda untuk menggunakannya. Melalui revitalisasi ini, kita memastikan bahasa daerah tetap hidup, relevan, dan terus dituturkan oleh tunas-tunas bangsa di Bengkulu Tengah,” tutupnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini nanti, diharapkan muncul gelombang baru dalam pembelajaran muatan lokal yang lebih dinamis, sehingga kekayaan bahasa di Provinsi Bengkulu tetap lestari di tengah perubahan zaman.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan