SEMARANG, BMOnline – Klinik Umi Habibah yang berada di Jalan Syech Basharudin Ngempon, Rt 03 Rw 02, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jum’at (1/5/2020), kembali di buka, pasca dilakukan Karantina di klinik Umi Habibah selasai.

Diketahui sebelumnya, Seluruh dokter dan karyawan Klinik Umi Habibah pada tanggal 22 April hingga 30 April 2020, diminta oleh Dinkes Kabupaten Semarang untuk karantina di dalam klinik Umi Habibah.

Setelah menjalani karantina dan dua kali menjalani Rapidtest untuk seluruh karyawan beserta dokter Klinik Umi Habibah, dari hasil Rapidtes hasilnya negatif dari Covid-19.

Beritamerdekaonline.com berhasil mewawancarai dua dokter di Klinik Umi Habibah, terkait karantina yang baru selesai di jalani, yaitu Dokter Titik dan Dokter Trisno.

Foto : Penjaga Klinik Umi Habibah mengenakan APD. (Agus Hamzah).

Dikatakan Dokter Titik, saat itu dirinya bertugas dokter jaga, tiba tiba ada informasi, bahwa dokter dan seluruh karyawan diminta oleh Dinkes Kabupaten untuk menutup klinik, kemudian menjalani karantina di dalam klinik. 

“Selama karantina segala keperluan kami di sediakan, kemudian tanggal 23 April kami menjalani Rapid Test pertama dan terakhir kemarin tanggal 30 April 2020, kami kembali menjalani Rapidtest yang ke dua. Namun hasilnya semua negatif,” Kata Dokter Titik.

Senada dengan Dokter Titik, Dokter Trisno yang juga suami Dokter Titik menambahkan, dirinya di minta oleh Dinkes Kabupaten untuk selalu menggunakan APD,  termasuk kacamata pelindung,  untuk seluruh karyawan dan juga petugas jaga.

“Kami tidak tahu alasannya, kenapa kami harus menjalani katantina dan Rapid Test. Namun yang penting bagi kami, kami sudah jalani Rapidtest dua kali, semuanya hasil kami negatif, artinya aman untuk berobat di Klinik Umi Habibah ini,” Ungkap Dokter Trisno.

Dari pengamatan beritamerdekaonline, kondisi klinik tampak terlihat bersih, semua dokter dan karyawan mengenakan APD.  Serta kursi depan klinik di beri tali rafia untuk menjaga jarak antar pengunjung klinik. Kini Klinik Umi Habibah telah diijinkan kembali buka sejak 1 Mei 2020, dan tampak beberapa masyarakat sudah berobat dan membeli obat di Klinik Umi Habibah. (Agus Hamzah).

Penulis : Agus Hamzah