SEMARANG, Berita Merdeka Online — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku bangga melihat kemeriahan Pawai Ta’aruf dalam rangkaian pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang, Sabtu (12/9).

Menurut Agustina, pawai yang diikuti kafilah dari berbagai daerah dan melibatkan masyarakat lintas agama tersebut menjadi gambaran nyata persatuan dan toleransi Indonesia.

“Sebagai Wali Kota Semarang seneng aku (saya senang-red), senang banget. Ini adalah bentuk Indonesia yang sesungguhnya. Selama 81 tahun kita merdeka, hari ini kita melihat persatuan dan kesatuan yang luar biasa,” kata Agustina.

Sedikitnya 46 defile dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, instansi, dan lembaga di Jawa Tengah ambil bagian dalam pawai. Mereka menampilkan identitas daerah masing-masing melalui pakaian adat, ornamen budaya, musik, hingga berbagai atraksi.

Pawai menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dari Balai Kota Semarang hingga Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati sejumlah titik sepanjang jalur pawai.

Agustina juga menyoroti keterlibatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang yang menghadirkan perwakilan berbagai agama dalam pawai tersebut.

Ia menyebut FKUB, baik di tingkat kota maupun kecamatan, memiliki peran penting dalam menjaga toleransi dan kerukunan di Kota Semarang.

“Yang paling berjasa dalam proses mempertahankan toleransi dan kota harmoni ini adalah kawan-kawan di FKUB, baik di tingkat kota maupun di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Semangat kebersamaan tersebut, lanjut Agustina, juga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam menyemarakkan MTQ. Pemerintah Kota Semarang sebelumnya membuka kesempatan bagi berbagai komponen masyarakat untuk turut menyanyikan Mars MTQ sebagai bentuk rasa memiliki terhadap perhelatan nasional tersebut.

“MTQ ini kan salah satu acara perhelatan nasional. Kita ingin ada sense of belonging dari seluruh masyarakat di Kota Semarang,” katanya.

Pawai diawali penampilan atraktif drumband atau Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI Semarang. Setelah itu, satu per satu defile melintas menampilkan kekhasan daerah masing-masing dalam suasana penuh warna dan kemeriahan.

Bagi Agustina, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi perhelatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan kebersamaan seluruh masyarakat Indonesia.(day) 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.