Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Pemerintah Kota Bengkulu menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Culinary Bengkulu untuk mengembangkan kawasan Kampung Cina sebagai destinasi wisata kuliner dan sejarah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah wajah Kampung Cina menjadi magnet wisata baru yang berdaya saing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Rencana pengembangan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat audiensi bersama HIPMI Culinary Bengkulu yang digelar di Ruang Rapat Balai Kota Merah Putih. Dalam pertemuan itu, Dedy menegaskan pentingnya revitalisasi Kampung Cina secara menyeluruh agar menjadi kawasan wisata yang tertata, estetik, serta kaya akan kreasi dan inovasi kuliner.
“Bengkulu tidak boleh hanya menjadi penonton dalam industri pariwisata. Kampung Cina harus bertransformasi menjadi destinasi wisata yang hidup, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” kata Dedy Wahyudi, Sabtu (17/1/2026).
Ia mencontohkan keberhasilan kawasan Chinatown di Singapura yang mampu mengemas nilai sejarah, budaya, dan kuliner secara terpadu hingga menjadi daya tarik wisata kelas dunia.
Menurut Dedy, Kota Bengkulu memiliki kekayaan sejarah dan potensi ekonomi yang besar, khususnya di kawasan Kampung Cina yang merupakan salah satu jejak penting perjalanan sejarah kota. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi konkret antara pemerintah daerah dan pengusaha muda agar pengembangan Kampung Cina tidak berhenti pada tataran wacana.
Dalam kerja sama ini, Pemerintah Kota Bengkulu akan berperan sebagai penyedia infrastruktur, penataan kawasan, serta pendukung regulasi dan kebijakan. Sementara itu, HIPMI Culinary Bengkulu diharapkan menjadi motor penggerak kreativitas, inovasi menu, serta pengembangan usaha kuliner yang berkelanjutan. Sinergi tersebut ditargetkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pengembangan Kampung Cina juga diproyeksikan dapat memperkuat posisi Bengkulu sebagai kota wisata sejarah dan kuliner. Selain itu, program ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah, serta menjadi ruang aktualisasi dan inovasi bagi generasi muda Bengkulu.
Dukungan terhadap program revitalisasi ini juga datang dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu. Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Nelawati, menilai pengembangan Kampung Cina merupakan peluang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk berkembang lebih profesional dan berdaya saing.
“Kolaborasi ini bertujuan mendorong UMKM Bengkulu naik kelas. Tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga membangun ekosistem wisata yang terintegrasi, memiliki standar kualitas, serta mampu bersaing dengan destinasi lain,” ujar Nelawati. Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses permodalan bagi UMKM yang terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut.
Sementara itu, Ketua HIPMI Culinary Indonesia (HCI) Bengkulu, M. Rofiq Akbar, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi pengusaha muda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk menghidupkan Kampung Cina sebagai pusat kuliner dan sejarah. HIPMI Culinary akan mendorong lahirnya konsep-konsep kuliner yang kreatif, berkualitas, dan tetap mengangkat kearifan lokal,” kata Rofiq. Ia optimistis, dengan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan, Kampung Cina dapat menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap pengembangan Kampung Cina dapat menjadi titik balik kebangkitan sektor pariwisata daerah. Dengan memadukan sentuhan modern, nilai sejarah, serta kekuatan kuliner lokal, kawasan ini diharapkan mampu melahirkan destinasi unggulan sekaligus memperkuat identitas Bengkulu sebagai kota wisata yang berkarakter.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Umum Julian Tanel dan Bendahara Umum Ihsan Sobari BPD HIPMI Bengkulu beserta jajaran pengurusnya lainnya.

Tinggalkan Balasan