SEMARANG, Berita Merdeka Online – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merayakan May Day atau Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei dengan melakukan demonstrasi di depan gedung Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Senin (1/5/2023) sore.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebelumnya ratusan buruh melakukan long march dimulai dari titik nol kota Semarang atau depan kantor Pos Johar, kemudian menyusuri Jalan Pemuda, Jalan MH Thamrin, Simpang Lima, dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Sekretaris KSPI Jateng, Aulia Hakim dalam orasinya mengatakan, aksi yang dilakukan para buruh adalah meminta pencabutan sejumlah peraturan dan perundangan, diantaranya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Parliamentary Threshold 4%, RUU Omnibus Law Kesehatan.
Selain itu mereka juga mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga). Selanjutnya mereka juga mengusung isu reforma agraria dan kedaulatan pangan. Kemudian mereka juga menyuarakan memilih Presiden di tahun 2024 yang pro dengan buruh.
“Sejarah May Day merupakan perjalanan panjang kemenangan buruh sedunia yang berhasil memperjuangkan hak-haknya. Salah satu kemenangan besar adalah tuntutan 8 jam sehari kerja atas gerakan buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886,” ujar Aulia.
Barulah pada tahun 2013, lanjut Aulia, melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 24 tahun 2013, tanggal 1 Mei ditetapkan pemerintah sebagai hari buruh dalam kalender nasional. Dalam Keppres tersebut juga menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
“Hari ini kita menunjukkan bahwa buruh dalam memperingati May Day bukan menakut-nakuti masyarakat. Yang saat ini muncul ketika buruh memperingati May Day takutnya luar biasa. Hari ini kita membuktikan bahwa KSPI dan Partai Buruh bisa melakukan aksi yang besar tetapi damai,” ucap Aulia. (lim)



Tinggalkan Balasan