SEMARANG, Berita Merdeka Online – Yayasan Wahid Hasyim Semarang (YWHS) bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Kampus II Unwahas Gunungpati, Sabtu (28/03) pagi.
Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan, dengan menghadirkan jajaran pengurus yayasan, pembina, pengawas, pimpinan universitas, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat arah kebijakan strategis dalam membawa Unwahas menuju level internasional.
Dorongan Kuat Menuju Internasionalisasi
Ketua Umum YWHS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi mencapai target global.
Ia mendorong seluruh elemen di bawah naungan yayasan agar tidak hanya berorientasi lokal, tetapi mulai memperluas jaringan internasional.
Menurutnya, penguatan kerja sama global, peningkatan kualitas riset, serta kesiapan lulusan menjadi kunci utama agar Unwahas mampu bersaing di tingkat dunia.
“Seluruh unit harus bergerak maju, membangun jejaring internasional, meningkatkan kualitas penelitian, dan mencetak lulusan yang kompetitif,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pembukaan dua program studi baru, yakni Sport Fisioterapi dan Pertambangan, yang diharapkan menjadi nilai tambah bagi pengembangan akademik kampus, bahkan untuk wilayah Jawa Tengah.
Harmoni Jadi Kunci Kemajuan
Sejalan dengan visi yayasan, Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM, menekankan pentingnya kekuatan internal sebagai fondasi utama dalam mencapai target besar tersebut.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh capaian individu, tetapi oleh kekompakan seluruh elemen kampus.
“Harmoni menjadi kunci utama. Tanpa kebersamaan, prestasi tidak akan berarti. Mari jadikan momen ini untuk menyatukan langkah, mempererat silaturahmi, dan bekerja bersama demi kemajuan Unwahas,” ujarnya.
Tema sebagai Arah Strategis
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan tema Halal Bihalal tahun ini, yakni “Transformatif, Kolaboratif, dan Kebersamaan dalam Harmoni” yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan seremonial, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalankan program kerja dan pengembangan institusi ke depan.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan tausiah yang disampaikan oleh KH Supandi.
Seluruh civitas academica kemudian mengikuti tradisi mushafahah sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan semangat baru dalam membangun kebersamaan.
Dengan tekad yang semakin kuat, Unwahas optimistis mampu memadukan nilai-nilai lokal yang harmonis dengan standar internasional, guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing global. (liem)




Tinggalkan Balasan