Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Bengkulu. Raditya Saputra Jaya berhasil meraih beasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Tiongkok, pada Program Studi Electronic Commerce. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu dijadwalkan berangkat pada September 2026 setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi keberangkatan.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Raditya yang sejak lama bercita-cita menempuh pendidikan di luar negeri. Baginya, kesempatan belajar di Tiongkok merupakan langkah strategis untuk mendalami perkembangan teknologi digital dan ekosistem perdagangan elektronik yang berkembang pesat.
Raditya mengaku keputusan meninggalkan keluarga dan beradaptasi dengan bahasa serta budaya yang berbeda bukanlah hal mudah. Namun, ia meyakini tantangan tersebut menjadi bagian dari proses mengembangkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan kontribusi bagi pembangunan Bengkulu.
”Saya sudah lama memiliki keinginan kuliah di luar negeri. Saat mengetahui ada program beasiswa ke China, saya merasa harus mencoba karena kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali,” ujar Raditya, di Bengkulu, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, proses seleksi beasiswa berlangsung kompetitif. Selain kemampuan berbahasa asing, peserta juga harus mengikuti tahapan wawancara yang menilai karakter, motivasi, serta kesiapan menjalani kehidupan dan pendidikan di luar negeri.
Menurut Raditya, Tiongkok dipilih karena menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan teknologi digital dan pusat pertumbuhan e-commerce dunia.
”Saya ingin belajar langsung mengenai digital marketing, supply chain, dan ekosistem e-commerce dari pusatnya. Ilmu itu nantinya ingin saya bawa pulang untuk membantu memajukan Provinsi Bengkulu,” katanya.
Raditya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, putra pasangan Medialman dan Patriyani. Saat ini, ia masih menunggu jadwal keberangkatan resmi menuju Tiongkok yang direncanakan pada September 2026.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memberikan dukungan berupa subsidi pendidikan selama menjalani studi sehingga dapat lebih fokus menyelesaikan perkuliahan tanpa terkendala biaya.
”Harapan saya untuk Bengkulu sangat besar. Daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal. Saya ingin pulang membawa sistem digitalisasi yang terintegrasi agar potensi lokal memiliki nilai jual lebih tinggi dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Raditya juga menilai pendidikan karakter yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi bekal penting untuk hidup mandiri, adaptif, dan berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai moral.
”Saya melangkah ke China bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama santri Bengkulu dan Indonesia yang siap mendunia,” tuturnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada kedua orang tua, para guru di Yayasan Alfida, para kiai dan ustaz di Pondok Modern Darussalam Gontor, serta masyarakat Bengkulu yang telah memberikan doa dan dukungan.
Di akhir pesannya, Raditya mengajak generasi muda Bengkulu untuk berani bermimpi besar dan terus meningkatkan kualitas pendidikan.
”Mari kita persiapkan diri sedini mungkin. Jangan takut bermimpi besar dan tuntutlah ilmu setinggi-tingginya demi kemajuan daerah kita,” pesannya.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan