SEMARANG, Berita Merdeka Online – Peran perempuan di Kota Semarang mendapat sorotan positif, bahkan hingga ke tingkat internasional. Hal ini mengemuka dalam peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui upacara di Halaman Balai Kota, Selasa (21/4).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa kontribusi perempuan di Kota Semarang tidak hanya dirasakan di tingkat lokal, tetapi juga berhasil menarik perhatian dunia, khususnya dalam praktik pemberdayaan berbasis komunitas.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah peran sekitar 16.000 kader Posyandu yang secara sukarela menjaga kesehatan masyarakat. Praktik ini bahkan mendapat apresiasi dari kalangan akademisi di California State University, Amerika Serikat.
“Ketika saya diundang di California State University, mereka sangat mengapresiasi bagaimana para kader Posyandu mampu menjaga kesehatan masyarakat di sekitarnya. Ini menjadi contoh bagaimana rasa tanggung jawab sosial bisa tumbuh dari masyarakat, khususnya kaum perempuan,” ujar Agustina.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan di Kota Semarang, khususnya melalui Posyandu, dinilai sebagai praktik baik (_best practice_) yang relevan secara global dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis masyarakat.
Selain di sektor kesehatan, kontribusi perempuan juga terlihat dalam gerakan pengelolaan lingkungan Semarang Wegah Nyampah melalui bank sampah. Dengan keterlibatan aktif kader PKK dan komunitas, gerakan ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga mencapai Rp2,2 miliar.
Komitmen Pemerintah Kota Semarang juga diperkuat melalui pembentukan 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang tersebar di seluruh wilayah. Kelurahan menjadi garda terdepan dalam memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan sekaligus ruang untuk berkembang.
“Perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama perubahan. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan Kota Semarang akan semakin hebat,” tegas Agustina.
Momentum Hari Kartini ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kiprah perempuan, khususnya di Kota Semarang, tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menginspirasi dan mendapat pengakuan dunia. Pemerintah Kota Semarang pun terus mendorong perempuan untuk belajar, berani mengambil peran, serta memperluas kontribusi di berbagai bidang.(day)




Tinggalkan Balasan