Lembah Anai (Sumbar), Berita Mereka Online — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana galodo dan tanah longsor yang sempat memutus akses utama penghubung antarwilayah di Sumatera Barat.

Presiden Prabowo tiba di lokasi bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta pejabat pusat lainnya. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasco Ruseimy turut mendampingi Presiden selama peninjauan.

Kunjungan Presiden Prabowo disambut oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, BSBA., Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Dandim 0307/Tanah Datar, Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han., Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., serta Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang Adhi Setyo Prabowo, S.H., M.H.

Di lokasi, Presiden meninjau kondisi sungai dan ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan akibat terjangan galodo dan longsor. Sejumlah alat berat tampak dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi sungai dan pemulihan trase jalan yang menjadi jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi.

Ruas jalan nasional di kawasan Lembah Anai diketahui tergerus dan terputus akibat bencana yang terjadi pada 27 November 2025. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya arus transportasi, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo berdialog dengan kepala daerah setempat mengenai progres penanganan bencana dan langkah-langkah percepatan pemulihan infrastruktur. Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan infrastruktur strategis dapat segera difungsikan kembali demi mendukung mobilitas masyarakat.

Usai peninjauan, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.

“Kehadiran Presiden menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pemulihan pascabencana,” kata Hendri Arnis.

Ia menjelaskan, masa tanggap darurat bencana di Kota Padang Panjang telah berakhir dan kini memasuki masa transisi darurat selama enam bulan ke depan. Pada masa tersebut, pemerintah daerah fokus pada pemulihan infrastruktur, relokasi warga terdampak, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi.

Terkait penyediaan hunian tetap bagi warga terdampak, Hendri Arnis mengatakan pemerintah daerah telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perumahan dan Permukiman. “Hunian tetap tersebut direncanakan akan dibangun di depan Rusunawa Kota Padang Panjang,” ujar Wako Hendri Arnis.

(Charles Nasution – Berita Merdeka Online)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.