Wonogiri, Berita Merdeka Online — Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kenteng, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, menjadi perhatian serius masyarakat. Warga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek yang bersumber dari Kementerian PUPR tersebut.
Penelusuran ini bermula saat wartawan mengonfirmasi Kepala Desa Kenteng, Jarmono, terkait progres proyek air minum itu, Senin (1/12/2025). Namun, jawaban yang diberikan dinilai janggal dan menimbulkan tanda tanya besar di mata masyarakat.
Kades Mengaku Tak Tahu, Warga Heran
Ketika dimintai keterangan melalui telepon, Jarmono menyebut dirinya tidak mengetahui informasi terkait proyek Pamsimas yang sedang berlangsung di wilayahnya. Bahkan ketika diminta nomor kontak Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) selaku pelaksana kegiatan, ia mengaku tidak memilikinya.

Pernyataan tersebut membuat publik bertanya-tanya. Warga menilai sangat tidak masuk akal jika seorang kepala desa tidak mengetahui pelaksanaan proyek pemerintah di wilayahnya sendiri.
Tak hanya itu, sebelumnya wartawan juga telah bertemu langsung dengan Jarmono untuk mengonfirmasi terkait program ketahanan pangan tahun 2025. Saat itu, ia menyampaikan bahwa dana telah masuk ke BUMDes dan akan dikelola sesuai petunjuk teknis.
Namun saat pertanyaan beralih ke proyek air minum, keterangannya berubah dan terkesan tertutup.
Keterangan Warga Mulai Ungkap Titik Proyek
Untuk memastikan kejelasan informasi, wartawan menelusuri keterangan warga sekitar. Salah satu warga berinisial MS, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkap bahwa ada lima titik Pamsimas di Desa Kenteng.
Ia lalu menunjukkan lokasi proyek air minum yang dimaksud dan menegaskan bahwa program tersebut memang didanai Kementerian PUPR.
MS menyebutkan bahwa di Kecamatan Purwantoro sendiri terdapat tiga proyek air minum bersumber dari APBN melalui PUPR, yaitu:
- Desa Talesan
- Desa Sendang
- Desa Kenteng
Dari ketiga desa tersebut, baru Desa Sendang yang sudah tuntas, sementara dua desa lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Pokmas Sebut Proyek Hampir Rampung, Tapi Ada Ketidaksesuaian Informasi
Ketua Pokmas, Nur Yusuf, ketika dikonfirmasi melalui telepon, menyatakan bahwa proyek Pamsimas sudah selesai dan tinggal menunggu proses serah terima. Ia memastikan pekerjaan disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Namun, ia mengungkapkan satu hal penting: material pipa tidak berasal dari Wonogiri karena sulit menemukan produk berstandar SNI di wilayah tersebut.
“Material kami datangkan dari Solo dan Klaten, karena yang tersedia di Wonogiri kebanyakan hanya merk AW dan tidak berstandar,” jelasnya.
Pernyataan ini semakin memperuncing perbedaan informasi antara keterangan ketua Pokmas dan kepala desa, yang justru tidak mengetahui progres proyek.
Anggaran Rp 500 Juta, Warga Minta Pemerintah Buka Data
Proyek air minum tersebut diketahui bernilai Rp 500 juta, ditambah swadaya masyarakat lokal. Namun warga menilai minim keterbukaan informasi publik, sehingga menimbulkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaan.
Sejumlah warga meminta pemerintah desa dan pelaksana kegiatan lebih transparan, mulai dari papan proyek, rincian biaya, standar bahan baku, hingga proses serah terima.
Masyarakat berharap program ini benar-benar meningkatkan akses air bersih dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu demi keuntungan pribadi. (Kastomo)




Tinggalkan Balasan