Batam, Berita Merdeka Online – Baru saja dibentuk belum genap seminggu, Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) Bakamla RI Batam telah mencatat prestasi yang mengesankan dengan berhasil mengumpulkan 6,8 ton sampah hanya dalam satu hari. Aksi pembersihan lingkungan ini dilakukan di wilayah Kelurahan Pulau Buluh, Bulang, Batam, pada Kamis (23/5/2024).
Aksi pengumpulan sampah ini tidak dilakukan Rapala Bakamla Batam sendirian. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, organisasi lingkungan Seven Clean Seas, serta komunitas nelayan setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertajuk “Bulan Cinta Laut” yang diinisiasi oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Batam. Program ini direncanakan berlangsung setiap minggu selama dua bulan ke depan.
Program pembersihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui aksi nyata membersihkan sampah di pesisir dan laut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai ekosistem laut yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup mereka. Menjaga laut dari sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Sampah, terutama sampah plastik, memiliki dampak yang sangat merusak bagi ekosistem laut. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik dapat masuk ke dalam rantai makanan laut, yang kemudian dapat dikonsumsi oleh manusia. Ini tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan laut, tetapi juga pada kesehatan manusia. Oleh karena itu, kegiatan seperti yang dilakukan oleh Rapala Bakamla RI Batam sangat penting dalam upaya memerangi masalah sampah di laut.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam aksi ini menunjukkan bahwa masalah sampah laut adalah masalah bersama yang membutuhkan solusi kolektif. Para nelayan, yang kesehariannya bergantung pada kelestarian laut, menjadi salah satu pilar penting dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam pembersihan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing, menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan laut.
Kegiatan pembersihan sampah di laut ini tidak akan berhenti di satu atau dua kali aksi saja. Dengan rencana pelaksanaan yang berkelanjutan selama dua bulan, diharapkan dapat tercipta perubahan perilaku jangka panjang di kalangan masyarakat. Melalui edukasi dan aksi nyata yang berkelanjutan, kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut dapat tertanam lebih dalam di hati masyarakat.
Dukungan dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah sangat krusial dalam keberhasilan program ini. KKP melalui BPSPL Batam telah menunjukkan komitmen mereka dengan meluncurkan program “Bulan Cinta Laut”. Sementara itu, organisasi seperti Seven Clean Seas membawa pengalaman dan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan kegiatan pembersihan ini berjalan dengan efektif dan efisien.
Untuk mencapai hasil yang maksimal, partisipasi luas dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan. Melalui kampanye dan sosialisasi yang gencar, diharapkan lebih banyak individu dan komunitas yang terlibat dalam kegiatan pembersihan ini. Setiap orang memiliki peran dalam menjaga kebersihan laut, dan partisipasi aktif dari masyarakat akan membuat perubahan yang signifikan. (CW01G)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan