Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Momentum baru bagi dunia olahraga bela diri di Bumi Merah Putih resmi dimulai. Hj. Sri Astuti, S.Pd., SD secara resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Bengkulu untuk masa bakti 2025–2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menandai dimulainya babak baru pembinaan atlet taekwondo di wilayah tersebut.

Sah! Sri Astuti Resmi Pimpin Taekwondo Bengkulu 2025–2029, Fokus Cetak Atlet Berprestasi.


‎Pelantikan dan pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) TI, Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Taekwondo Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (16/4).

‎Dalam pengarahannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menekankan bahwa jabatan dalam kepengurusan taekwondo bukanlah sekadar seremonial. Ia menegaskan bahwa Pengprov TI memiliki misi strategis yang jauh lebih besar, yakni sebagai garda terdepan dalam pembinaan generasi muda sekaligus menjaga kehormatan bangsa di kancah olahraga.

‎Richard menyampaikan tiga poin utama sebagai pedoman bagi para pengurus baru:

‎ 1. Misi Pembinaan: Pengprov TI adalah organisasi yang mengemban tugas meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta memperkuat persatuan nasional melalui olahraga.

‎ 2. Etos Kerja: Kehadiran pengurus bukan untuk mencari kedudukan atau popularitas, melainkan bentuk pengabdian nyata bagi negara.
‎ 3. Akuntabilitas: Kepercayaan yang diberikan merupakan kehormatan besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan organisasional.

‎“Apakah saudara-saudara siap mempertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan ini?” tanya Richard dengan tegas sebelum prosesi pengukuhan, yang langsung disambut seruan kesiapan kompak dari seluruh pengurus yang dilantik.

‎Usai resmi dikukuhkan, Hj. Sri Astuti menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan oleh seluruh keluarga besar Taekwondo Indonesia. Sebagai nakhoda baru TI Bengkulu, ia membawa visi besar untuk melakukan reformasi pembinaan atlet di daerah.

‎“Kami berharap kehadiran saya di tengah keluarga besar taekwondo Bengkulu dapat memberikan kontribusi nyata. Fokus utama kami adalah meningkatkan prestasi-prestasi yang telah ada dan membawa semangat baru dalam sistem pembinaan,” ungkap Sri Astuti.

‎Pelantikan ini membawa angin segar bagi para atlet di Bengkulu. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan koordinasi antara Pengprov TI Bengkulu dengan klub-klub lokal maupun pemerintah daerah dapat berjalan lebih harmonis. Target utamanya adalah menciptakan program pelatihan yang berkelanjutan dan terukur.

‎Dengan nakhoda baru, Pengprov TI Bengkulu diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya berjaya di tingkat regional, tetapi juga mampu mengharumkan nama Bengkulu dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Transformasi organisasi ini menjadi tumpuan harapan bagi kebangkitan prestasi bela diri di masa depan.