Berita Merdeka Online, Merangin — Sangat miris melihat nasip anak-anak sekolah yang tidak mau di vaksinasi. Haruskah hilang masa-masa kebahagiaan anak-anak ini yang dulu bisa bermain sesama teman-teman yang lainnya di lingkungan sekolah seperi teman sekolahnya yang sekarang sudah di vaksinasi. 06/03

Kali ini dialami irfan, siwa kelas 2 Dua, salah satu siswa SDN 289 Merangin yang tidak mau di vaksinasi karena takut dengan jarum suntik.

Sa’at orangtuanya irfan di tanya wartawan media ini menuturkan, “ya gemana lagi mas anak saya ini takut dengan jarum suntik, saya perna mencoba menjelaskan pelan kepada anak saya pada malam hari pas lagi santai, namun besok paginya anak saya irfan ini langsung badannya panas dan demam, kata fauzi orangtua irfan.

Dihari yang sama, rabu-6-april-2022 Wartawan media ini pun sempat menemui kepalah sekolah SDN 298 Merangin, Bukit beringin e2, kecamatan Bangko Barat, kabupaten merangin, Jambi, guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Gustin Patiju, S.pd. selaku kepala sekolah SDN 298 Merangin, “kita selaku guru dan selaku kepala sekolah hanya menjalankan printah surat edaran Vaksinasi untuk anak-anak sekolah yang di keluarkan pihak polres merangin dan dinas pendidikan kabupaten merangin, kata buk gustin patiju, S.pd.

“Dan sampai kapan masa daring peroses aktifitas belajarnya anak-anak yang gak mau di Vaksin ini kami selaku kepala sekolah nunggu printah dari Dinas saja pak, kalo dari Dinas sudah mengijinkan bisa belajar tatap muka maka kami akan jalankan aturan tatap muka lagi bagi anak yang tidak mau divaksin tersebut, tutup Gustin Patiju, S.pd.

 

Penulis : Moh Basori


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.