Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online – Kesibukan anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan tidak mengurangi kepedulian mereka terhadap masyarakat.
Sebuah momen hangat terjadi di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, ketika seorang prajurit TNI dengan penuh kasih sayang mengusap lembut seorang bayi yang berada di pelukan keluarganya. Aksi sederhana tersebut menjadi gambaran nyata sisi humanis prajurit di balik seragam loreng yang selama ini identik dengan ketegasan dan kedisiplinan.
Momen penuh kehangatan itu sontak menarik perhatian warga. Senyum yang terpancar dari wajah sang bayi dan keluarganya mencerminkan kedekatan yang telah terjalin antara Satgas TMMD dan masyarakat selama pelaksanaan program berlangsung.
Komandan Kodim 0714/Salatiga selaku Dansatgas TMMD mengatakan, keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan emosional dengan warga.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat juga untuk membangun kedekatan, rasa kekeluargaan, dan kepedulian sosial. Itulah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, interaksi yang terjalin selama kegiatan TMMD menjadi sarana bagi prajurit untuk lebih mengenal kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan.
Kehangatan hubungan antara Satgas TMMD dan warga Desa Cukil terlihat dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Tidak hanya bergotong royong menyelesaikan pekerjaan pembangunan, para prajurit juga aktif berbaur, bercengkerama, dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan.
Bagi warga, kehadiran anggota TNI bukan sekadar pelaksana pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat desa. Kedekatan tersebut tercipta karena prajurit selalu hadir dengan sikap ramah, peduli, dan terbuka kepada warga.
Dandim menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan TMMD.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat, baik dalam pembangunan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat,” katanya.
Momen sentuhan lembut seorang prajurit kepada bayi di Desa Cukil menjadi simbol bahwa pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, dan kasih sayang kepada masyarakat.

Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan hati yang selalu siap hadir, membantu, dan berbagi kebahagiaan bersama rakyat. Itulah wajah TMMD yang sesungguhnya, membangun desa sekaligus merawat kebersamaan. (Naz Koto)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan