SEMARANG, Berita Merdeka Online — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menemukan kadar sulfur dioksida (SO₂) melampaui nilai ambang batas di sejumlah wilayah sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang. Temuan itu berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan pada Kamis (1/10).

Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, hasil pengukuran menunjukkan parameter PM2,5 masih berada dalam batas normal. Namun, kadar SO₂ tercatat melebihi ambang batas di beberapa titik.

“PM2,5-nya masih dalam batas normal. Kita menemukan sulfur dioksida atau SO₂ yang lebih dari nilai ambang batas,” kata Hakam, Jumat (2/10).

Ia menyebut, kadar SO₂ di atas ambang batas ditemukan di Lapangan SMA Negeri 7 Semarang, SPPG yang berjarak sekitar satu kilometer dari TPA Jatibarang, serta kawasan Zona 3 TPA Jatibarang Bambankerep. Sementara itu, sejumlah titik lainnya masih berada dalam batas normal.

Hakam mengatakan, paparan asap tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi warga lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Karena itu, warga di wilayah terdampak diminta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Dinkes juga meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas di wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk Mijen, Ngaliyan, Purwoyoso, hingga wilayah Semarang Barat.

Merespons temuan tersebut, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta armada pemadam dan penyemprot yang bersiaga di sekitar TPA Jatibarang membuat jadwal penyemprotan air ke udara secara berkala.

“Tugaskan mobil yang standby untuk membuat jadwal penyemprotan air ke atas. Pergerakannya harus berbasis pada ukuran tingkat polusi dari Dinkes dan peta arah mata angin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tegas Agustina.

Agustina juga meminta camat dan lurah mengedukasi warga mengenai penggunaan masker dan pelindung mata. Layanan Puskesmas di wilayah terdampak serta Posko Kesehatan TPA Jatibarang tetap disiagakan selama 24 jam.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyalakan api sembarangan karena terdapat potensi bahaya gas metana di sekitar area TPA Jatibarang.(day)Kebakaran TPA Jatibarang


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.