Singkil, Berita Merdeka OnlineBeberapa hari lalu sopir truk pengangkut pasir yang bekerja menimbun jalan Singkil-Teluk Rumbia mengeluh ketidakcocokan harga angkut material.

Malah, keluhan ini disampaikan para sopir pada Penjabat Bupati Aceh Singkil, Drs Azmi di Pendopo Bupati, Kamis (17/8/2023).

Pj Bupati menyahuti keluhan sopir dengan memerintahkan Sekdakab Aceh Singkil, Dinas Perhubungan dan Kadis PUPR untuk memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.

Terkait dengan ini, kontraktor pembangunan jalan Singkil- Teluk Rumbia Aulia Rahmat yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dengan sopir telah melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Sekdakab Aceh Singkil, Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas PUPR di Kantor Bupati, Jumat (18/8/2023) kemarin.

Dalam pertemuan itu, berhasil disepakati bahwa harga angkutan material tetap seperti semula. Ini sudah disetujui pihak sopir yang diwakili oleh Lukman.

“Pihak sopit truk melalui Pak Lukman sudah menerima segala keputusan dan kebijakan yang dibuat. Tentang ini, insya Allah tidak ada lagi permasalahan. Semua pihak siap bekerja,” ucap Aulia Rahmat.

Harga yang diberikan, jelas Aulia Rahmat lagi, sudah sesuai dengan mekanisme kerja melalui beberapa tahap pertimbangan dan kajian.

“Patokan harga itu, bukan asal-asalan. Baik dari segi pertimbangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) maupun upah sopir dan lain-lain,” tegasnya.

Menyangkut dengan desas-desus ketidakcocokan harga yang disampaikan oleh beberapa pihak, menurut Aulia Rahmat, tidak Benar.

Sebab, sampai saat ini, tambah Aulia Rahmat sangat banyak truk dari daerah Singkil yang bekerja pada kegiatan pekerjaan jalan Singkil-Teluk Rumbia. Mereka pun, tidak pernah mengeluh masalah ongkos.

“Harga yang mereka tuntut hanya untuk kelompok mereka sendiri. Sedangkan truk yang sudah bekerja di kegiatan kami tidak perlu dinaikkan tarifnya,” pungkas Aulia Rahmat.

Penulis : Gunawan